Rabu, 22 April 2026

Keberadaan PKL Liar Berdampak pada Kemacetan yang Melanda Jalan Raya Utan Jati

Warga berharap, ada pihak berwenang yang melakukan penataan agar lokasi tersebut tetap tertata rapi.

Penulis: Joko Supriyanto |
Warta Kota/Joko Supriyanto
Banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang membangun lapak disepanjang jalan Raya Utan Jati Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, membuat kawasan tersebut menjadi macet dan semrawut. 

Meski pun kondisi Tanah Abang belum kembali normal, justru para PKL memanfaatkan momentum ini untuk berjualan pakaian, mereka membuka lapaknya di trotoar tepat di sebelah barat Pasar Blok F.

Terdengar sesekali mereka menawarkan baju kepada pengujung yang melintas, meskipun kondisinya, saat ini, lebih sepi dibandingkan dua hari lalu.

Asih (36), salah satu pedagang, mengatakan, tak punya pilihan lain setelah satu hari tidak membuka lapaknya.

"Ya mau gimana mas, kita kerja dari sini, makan juga dari, kalo ngak kerja ya gak bisa makan, apalagi mau Lebaran, makanya sekarang buka karena memang kondisinya udah ngak rusuh kan," kata Asih, Kamis (23/6/2019).

Dikatakan Asih, dampak kerusuhan kemarin, memang dirinya tak dapat membuka lapaknya, selain akses ke Tanah Abang ditutup yang membuat dirinya menahan diri di rumah.

PKL Tanah Abang Tetap Berdagang di Tengah Sepinya Pasar Tanah Abang Blok A

Saat itu, dirinya pun hanya bisa berkumpul sama keluarga di rumah.

"Kalau kemarin, kita masih tutup, karena kan saya dari Depok ngak bisa kesini, Kereta ke Tanah Abang di Tutup, makanya seharian di rumah aja," ujarnya.

Selain itu, beberapa pedagang sendiri juga mengaku masih merasa was-was jika terjadi bentrokan susulan, namun ia hanya bisa mengesampingkan hal itu karena untuk memenuhi kebutuhannya.

Ditambah barang-barang miliknya masih banyak yang belum terjual, setelah beberapa hari lalu mengambil sejumlah barang di toko-toko Pasar Tanah Abang.

"Ya, walau Blok A sepi, tetap aja ngaruh ke kita juga, karena kan memang kebanyakan pengujung itu datang ke Blok A."

"Nah, kita yang dibawah ini sisanya aja," kata Danang.

Jika pada hari biasanya ia bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp 3 juta.

Namun, hari ini, baru empat baju yang ia jual dengan harga Rp 35.000.

Meski begitu, ia mengaku, bersyukur, masih mendapatkan pemasukan.

"Ya, Alhamdulillah, tadi, baru empat baju yang terjual dari pagi tadi, yang penting bisa buat tambahan aja. Kalo ngak begini kita ngak bisa lebaran nanti," ucapnya.

Bangunan Kantor di Pasar Minggu Diruntuhkan karena Diketahui telah Melanggar Jarak Bebas

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved