Keberadaan PKL Liar Berdampak pada Kemacetan yang Melanda Jalan Raya Utan Jati
Warga berharap, ada pihak berwenang yang melakukan penataan agar lokasi tersebut tetap tertata rapi.
Penulis: Joko Supriyanto |
Banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang membangun lapak disepanjang jalan Raya Utan Jati Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, membuat kawasan tersebut menjadi macet dan semrawut.
Tentu, hal itu membuat beberapa warga maupun pengendara merasa terganggu dengan adanya keberadaan para PKL ini.
Selain menjadikan jalannya menjadi sempit, juga karena faktor adanya parkir liar.
"Kalo di sini, kadang parah mas macetnya, apalagi ditambah adanya PKL makin-makin macetnya. Apalagi sebagian badan jalan dijadikan sebagai tempat parkir," kata Samsudin, Senin (17/6/2019).
Dirinya berharap, ada pihak berwenang yang melakukan penataan agar lokasi tersebut tetap tertata rapi, sehingga tidak semprawut dan justru menyebabkan kemacetan.
"Ya, kalo saya mending ditata ya, jadi biar rapi."
"Kalo begini, pasti bakal jadi titik kemacetan, mending di tata baiknya gimana, gitu saja," katanya.
Hal senada juga dikatakan Ningsih warga Kalideres, di jalan raya Utan Jati Pegadungan, bukan saja terjadi kesemrawutan.
• Ryamizard Ungkap Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Namun, di lokasi tersebut juga saat ini terkesan kumuh akibat banyaknya lapak PKL yang berdagang diatas saluran air.
"Ini kalo hujan gede pasti timbul genangan. Karena saluran juga ngak pernah dikurangi atau gimana."
"Lapak-lapak ini kan semua berdiri di atas saluran air," katanya.
Sementara itu, Camat Kalideres Naman Setiawan mengatakan, pihaknya berencana akan melakukan penataan terhadap lapak lapak para PKL yang berdagang atau ada di jalan raya Utan Jati Kelurahan Pegadungan
"Kita ada rencana untuk menata lokasi itu. Dan kita akan mengundang mereka. Rencananya akan segera kita rapatkan," katanya.
Sejumlah PKL pakaian di Tanah Abang tetap membuka lapaknya, meski Pasar Tanah Abang Blok A tutup, hingga saat ini.
Mereka tetap menggelar lapaknya untuk memenuhi kebutuhan Lebaran yang akan datang.
Meski pun kondisi Tanah Abang belum kembali normal, justru para PKL memanfaatkan momentum ini untuk berjualan pakaian, mereka membuka lapaknya di trotoar tepat di sebelah barat Pasar Blok F.
Terdengar sesekali mereka menawarkan baju kepada pengujung yang melintas, meskipun kondisinya, saat ini, lebih sepi dibandingkan dua hari lalu.
Asih (36), salah satu pedagang, mengatakan, tak punya pilihan lain setelah satu hari tidak membuka lapaknya.
"Ya mau gimana mas, kita kerja dari sini, makan juga dari, kalo ngak kerja ya gak bisa makan, apalagi mau Lebaran, makanya sekarang buka karena memang kondisinya udah ngak rusuh kan," kata Asih, Kamis (23/6/2019).
Dikatakan Asih, dampak kerusuhan kemarin, memang dirinya tak dapat membuka lapaknya, selain akses ke Tanah Abang ditutup yang membuat dirinya menahan diri di rumah.
• PKL Tanah Abang Tetap Berdagang di Tengah Sepinya Pasar Tanah Abang Blok A
Saat itu, dirinya pun hanya bisa berkumpul sama keluarga di rumah.
"Kalau kemarin, kita masih tutup, karena kan saya dari Depok ngak bisa kesini, Kereta ke Tanah Abang di Tutup, makanya seharian di rumah aja," ujarnya.
Selain itu, beberapa pedagang sendiri juga mengaku masih merasa was-was jika terjadi bentrokan susulan, namun ia hanya bisa mengesampingkan hal itu karena untuk memenuhi kebutuhannya.
Ditambah barang-barang miliknya masih banyak yang belum terjual, setelah beberapa hari lalu mengambil sejumlah barang di toko-toko Pasar Tanah Abang.
"Ya, walau Blok A sepi, tetap aja ngaruh ke kita juga, karena kan memang kebanyakan pengujung itu datang ke Blok A."
"Nah, kita yang dibawah ini sisanya aja," kata Danang.
Jika pada hari biasanya ia bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp 3 juta.
Namun, hari ini, baru empat baju yang ia jual dengan harga Rp 35.000.
Meski begitu, ia mengaku, bersyukur, masih mendapatkan pemasukan.
"Ya, Alhamdulillah, tadi, baru empat baju yang terjual dari pagi tadi, yang penting bisa buat tambahan aja. Kalo ngak begini kita ngak bisa lebaran nanti," ucapnya.
• Bangunan Kantor di Pasar Minggu Diruntuhkan karena Diketahui telah Melanggar Jarak Bebas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/banyaknya-pedagang-kaki-lima-pkl-liar.jpg)