Minggu, 10 Mei 2026

Sejarah Nasional

Kisah Lengkap Kopassus Lumpuhkan Dukun Sakti PKI yang Kebal Peluru

Kisah Lengkap Kopassus Lumpuhkan Dukun Sakti PKI yang Kebal Peluru. Simak kisah selengkapnya di dalam tulisan ini.

Tayang:
istimewa
Detik-Detik Kopassus Lumpuhkan Dukun PKI Mbah Suro di Padepokannya, Dikenal Sakti dan Kebal Senpi 

ADA banyak kisah penumpasan PKI pasca pecahnya peristiwa G30S/PKI yang belum banyak diketahui masyarakat. 

Sebenarnya peristiwa G30S/PKI yang menewaskan sejumlah jenderal TNI AD pada 30 September 1965 lalu.

Satu di antara dampaknya adalah perburuan terhadap mereka yang dianggap sebagai anggota maupun simpatisan PKI.

Gwen Prescilla Tak Kenal Diana Pungky dan Dedey Mulyawan Risyad Saat Masih Pasangan Suami Istri

Ini Peran Eks Kapolda Metro Sofyan Jacob Atas Dugaan Makar hingga Akhirnya Ditetapkan Tersangka

Stefano Cugurra Sertakan Pemain U-20 Gabung Tim Utama Bali United untuk Tambal Kekuatan Tim

Perburuan dan penangkapan itu dilakukan di sejumlah daerah yang ada di Indonesia.

Tidak terkecuali di daerah Cepu dan Ngawi.

Dalam buku "Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando", karya Hendro Subroto disebutkan pada tahun 1967 perburuan terhadap simpatisan, dan anggota PKI juga dilakukan di kawasan yang terletak antara Cepu dan Ngawi.

Tepatnya, di Desa Ninggil.

Nama asli Mbah Suro adalah Mulyono Surodihadjo.

Mbah Suro merupakan seorang mantan lurah yang dibebaskan dari tugasnya akibat kesalahan sendiri.

Setelah lengser sebagai lurah, Mbah Suro membuka praktik sebagai dukun sakti yang mengobati orang sakit.

Huawei Minta Operator Seluler Amerika Serikat Bayar Komisi, Terkait Perang Dagang?

Kapolsek Jati Asih Akui Kesulitan Tangkap Pelaku Pembakar Remaja dengan Baru Lima yang Tertangkap

Kemenhub Tak Jadi Larang Diskon dan Promo Tarif Ojek Online

Namun, belakangan sebutan dukun tersebut berkembang menjadi dukun kebal, hingga ia disebut sebagai Mbah Suro ataua Pendito Gunung Kendheng.

Pergantian nama baru menjadi Mbah Suro juga diikuti dengan perubahan penampilan.

Satu di antaranya adalah memelihara kumis tebal, dan rambut panjang.

Dalam buku itu, Mbah Suro melakukan berbagai kegiatan yang berbau klenik, dan menyebarkan kepercayaan Djawa Dipa.

Mbah Suro juga sering memberi jampi-jampi atau mantera dan air kekebalan kepada para muridnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved