Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Hingga Tujuh Persen
Sektor pariwisata juga harus digalakkan, karena sektor ini menyumbang devisa yang besar.
"Tadi kami berbincang, ke depan bagaimana ekonomi Indonesia dibangun supaya bisa lebih baik lagi dari yang sekarang. Perlu dimaksimalkan supaya ekonomi kita ini jangan lima persen tumbuhnya, tapi bisa tujuh persen-delapan persen, saya rasa itu bisa," kata Hary.
Hary menekankan beberapa prioritas pembangunan ekonomi ke depan.
Pertama, peningkatan ekspor untuk meningkatkan devisa.
Pasalnya, devisa dinilai penting, sebab bila tergerus nilai tukar rupiah, maka akan melemah dan berdampak pada perekonomian masyarakat.
Kedua, meningkatan investasi, baik swasta dalam negeri maupun luar negeri.
Ketiga, sektor pariwisata juga harus digalakkan, karena sektor ini menyumbang devisa yang besar.
Keempat, Hary menekankan pentingnya percepatan pendidikan.
Saat ini, banyak masyarakat yang mayoritas lulusan SD dan tidak mengenyam pendidikan hingga strata satu (S1) untuk itu diperlukan yerobosan bagi peningkatan kualitas SDM Tanah Air.
"Kami berbicara, kalau perlu pendidikan pakai e-kampus atau pakai internet," kata Hary.
Pembangunan fisik, lanjut Hary, akan memakan waktu yang lama, sedangkan Indonesia butuh percepatan pendidikan agar produktivitas dan daya saing meningkat.
Selain itu, biaya kuliah fisik juga lebih mahal dibadingkan kuliah online, baik dari sisi tempat tinggal, biaya hidup dan lain sebagainya.
Dengan kuliah melalui Internet, anak-anak dari Aceh hingga Papua bisa kuliah lebih cepat, lebih banyak, lebih murah dan bahkan bisa digratiskan, sehingga jumlah lulusan S1 bisa meningkat secara signifikan.
Saat ditanya apakah ada pembicaraan mengenai jabatan menteri, Hary mengatakan Jokowi akan menunggu penetapan.
"Saya rasa beliau juga mengikuti prosedur penetapan selesai dulu, baru beliau akan kemudian menyusun kabinetnya," katanya.
Hary mengatakan, kabinet merupakan hak prerogatif presiden.
Adapun, menteri bisa saja tak hanya dari kalangan partai, seperti halnya para profesional juga banyak dalam kabinet Jokowi saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rekap-bali.jpg)