Jumat, 24 April 2026

Hendropriyono Jelaskan Maksudnya Minta Keturunan Arab Jangan Jadi Provokator

MANTAN Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyebut, banyak pihak salah menafsirkan pernyataannya, karena tidak dikutip oleh media.

MANTAN Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono memberi penjelasan soal pernyataannya yang dianggap rasis oleh sejumlah pihak.

Pernyataan yang dimaksud terkait imbauan agar warga keturunan Arab tak menjadi provokator revolusi sipil.

Ia menyebut, banyak pihak salah menafsirkan pernyataannya, karena tidak dikutip oleh media secara penuh.

Jadwal Ganjil Genap di Pelabuhan Merak dan Bakauheni saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019

"Saya kira karena yang dibaca kan orang-orang itu hanya kata-kata, tidak kalimat penuh," ucapnya seusai buka puasa bersama di rumah Ketua DPR Bambang Soesatyo, Senin (13/5/2019) malam.

Kemudian, ia menjelaskan konteks pernyataannya yang dianggap rasis itu.

Justru, ia berujar warga negara Indonesia keturunan Arab selama ini mendapat tempat yang terhormat di masyarakat.

Anggota DPD Ini Bersumpah Seret Wiranto dan Prabowo ke Penjara

Untuk itu, ia meminta warga keturunan Arab untuk bisa menjaga kedamaian.

"Tolong lah kalau berada di posisi yang terhormat, betul-betul bisa membawa rakyat dan masyarakat, bangsa kita ini, ke arah ketenangan," tuturnya.

"Yang rasanya terayomi supaya enak beribadah, enak bekerja, enak menuntut ilmu, enak mencari makan, dan lain-lain," sambung Hendropriyono.

Ijtima Aktivis Bakal Digelar, Jokowi dan Prabowo Diundang

"Jangan diteriak-teriaki untuk revolusi, untuk perang, untuk saling membunuh," imbaunya.

"Nanti kan yang saling membunuh rakyat kecil, yang tersesat karena pikirannya sudah 100 persen percaya, karena yakin kepada orang yang dia hormati," paparnya.

Sebelumnya, Hendropriyono minta WNI keturunan tak provokasi masyarakat pasca-Pemilu 2019.

Rizal Ramli Beberkan Lima Presiden Indonesia yang Tidak Ngotot Mempertahankan Kekuasaan

Hendropriyono menyebut, budaya masyarakat Indonesia sangat menghormati pemimpinnya. 
Sehingga, WNI keturunan diharapkan tak memprovokasi.

"Saya ingin memperingatkan Bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab, supaya sebagai elite yang dihormati oleh masyarakat kita, cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat," tutur Hendropriyono di Gedung Lemhanas, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Hendropriyono juga memastikan ucapannya itu tak memiliki maksud apa pun, apalagi bernuansa SARA dan unsur sentimen terhadap suatu golongan.

Dituduh Mau Kabur ke Brunei, Kivlan Zen: Mana? Saya Enggak Beli Tiketnya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved