Kesehatan

Memperpanjang dan Memperbesar Penis Berisiko Tinggi dan Tidak Efektif, Ini Alasan Peneliti

"Seringkali pria itu berakhir dengan penis yang cacat dan tidak ada tingkat kepuasan lebih dari 20 persen dengan prosedur ini."

Memperpanjang dan Memperbesar Penis Berisiko Tinggi dan Tidak Efektif, Ini Alasan Peneliti
BET Networks
Ilustrasi para dokter sedang melakukan tindakan operasi. 

Sebagian besar prosedur tersebut dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan swasta.

5 Manfaat Buah Plum untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Anda

Penipuan

Nasiotional Health Service (NHS) Inggris hanya melakukan operasi pada penis untuk alasan klinis dan bukan kosmetik, seperti memperbaiki tubuh karena terkena trauma.

Gordon Muir mengatakan, "Sekelompok penipu di luar sana memangsa para pria yang rentan ini, menawarkan prosedur yang tidak ada nilainya."

Banyak pria yang ingin menjalani prosedur pembesaran penis karena memiliki penis berukuran rata-rata dan yakin ukurannya tidak memadai.

Namun, beberapa klinik mengabaikan hal itu. Ahli bedah di sektor swasta seharusnya tidak melakukan prosedur pembesaran penis.

Operasi memperpanjang penis biasanya berupa pekerjaan sederhana, sesederhana operasi hernia.

Biayanya, menurut NHS, dibayar sekitar 3.000 Poundsterling setara Rp 56 juta.

5 Jenis Minuman Teh dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh Anda

Tetapi beberapa klinik membujuk pria untuk membayar sebanyak £ 40.000 setara Rp 751 juta untuk satu prosedur.

Sejumlah pria yang mencari pengobatan seperti itu tidak diketahui memiliki gangguan dysmorphic tubuh atau gangguan disfungsi penis.

Gangguan itu melibatkan ketidakpuasan obsesif karena penampilan penisnya.

Oleh karena itu, kata Gordon Muir, para pria harus mempertimbangkan kembali saat ingin memperpanjang atau memperbesar penisnya demi kesehatan tubuh.

Alasannya, tidak banyak manfaat ketika melakukan tindakan terhadap penis, melainkan hanya buang-buang uang dan bisa menimbulkan kecacatan penis. (The Guardian)

Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved