Kesehatan

Memperpanjang dan Memperbesar Penis Berisiko Tinggi dan Tidak Efektif, Ini Alasan Peneliti

"Seringkali pria itu berakhir dengan penis yang cacat dan tidak ada tingkat kepuasan lebih dari 20 persen dengan prosedur ini."

Memperpanjang dan Memperbesar Penis Berisiko Tinggi dan Tidak Efektif, Ini Alasan Peneliti
BET Networks
Ilustrasi para dokter sedang melakukan tindakan operasi. 

Peneliti dari Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience di King's College London, juga terlibat dalam penelitian tersebut.

"Prosedur (memperpanjang penis) ini seharusnya hampir tidak pernah dilakukan," kata Gordon Muir.

Menurut dia, biaya untuk memperpanjang penis bisa mencapai 30.000- 40.000 Pounsterling atau setara Rp 751 juta.

Gerakkan Tubuh dan Berlarilah, Ini yang Bakal Terjadi pada Kesehatan Tubuh dan Mental Anda

"Seringkali pria itu berakhir dengan penis yang cacat dan tidak ada tingkat kepuasan lebih dari 20 persen dengan prosedur ini," kata Gordon Muir.

Para peneliti meninjau 17 studi sebelumnya yang menilai 21 jenis prosedur, baik bedah dan non-bedah.

Penelitian itu dilakukan pada 1.192 pria, di Inggris dan di luar negeri.

Prosedur yang pernah dilakupan para pria untuk memperbesar penis yakni memakai jarum suntikan pengisi kulit ke dalam penis.

Prosedur lainnya melakukan operasi yang disebut sayatan suspensory ligament.

Ahli bedah membuat luka di atas penis dan membagi ligamen yang mengikatnya.

"Sebagian besar pria ingin penis mereka dibuat lebih panjang, ingin punya penis panjang benar-benar normal karena merasa penis mereka terlalu kecil," kata Muir.

Halaman
123
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved