Kesehatan

Konsumsi Nasi Orang Asia Mencegah Obesitas Ketimbang Orang Amerika yang Tidak Makan Nasi

"Beras juga rendah lemak dan memiliki kadar glukosa darah postprandial yang relatif rendah, yang menekan sekresi insulin."

Konsumsi Nasi Orang Asia Mencegah Obesitas Ketimbang Orang Amerika yang Tidak Makan Nasi
Medical News Today
Ilustrasi mengonsumsi nasi 

Mereka baru-baru ini mempresentasikan temuannya di Kongres Eropa tentang Obesitas (ECO2019) di Glasgow, Inggris.

Pandangan global tentang konsumsi nasi

Untuk menyelidiki tentang nasi dan obesitas, para ilmuwan mengambil data dari 136 negara.

Mereka menemukan bahwa negara-negara orang makan rata-rata setidaknya 150 gram nasi per hari memiliki tingkat obesitas secara signifikan lebih rendah.

Data itu dibandingkan dengan negara-negara yang masyarakatnya makan kurang dari jumlah rata-rata global nasi yakni sekitar 14 gram per hari.

Para peneliti berusaha untuk memperhitungkan sebanyak mungkin variabel perancu, termasuk tingkat pendidikan rata-rata, tingkat merokok, serta total kalori yang dikonsumsi.

Selain itu, uang yang dihabiskan untuk perawatan kesehatan, persentase populasi di atas usia 65 tahun, dan produk domestik bruto per kapita.

Sejumlah Manfaat Kebun Raya Untuk Kesehatan di Antaranya Bisa Kurangi Obesitas

Semua variabel itu secara signifikan lebih rendah di negara-negara yang penduduknya paling banyak makan nasi.

Namun, setelah memperhitungkan hal itu dalam analisis mereka, para peneliti menemukan bahwa pengaruh nasi terhadap obesitas tetap ada.

Dari data itu, mereka memerkirakan bahwa peningkatan seperempat cangkir beras per hari (50 gram per orang) dapat mengurangi obesitas global sebesar 1 persen.

Halaman
1234
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved