Breaking News:

Pilpres 2019

Ini Lima Poin Hasil Ijtima Ulama Jilid Tiga, Kubu 01 Anggap Politik Ugal-ugalan

IJTIMA Ulama jilid tiga yang digelar di Hotel Lorin, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019), menghasilkan lima poin terkait Pemilu 2019.

Tim Pemenangan Prabowo-Sandi
Prabowo Subianto saat menghadiri Ijtima Ulama Jilid II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). 

“Ijtima Ulama dan Tokoh III digelar untuk memberi panduan kepada masyarakat untuk menghadapi kecurangan di Pemilu 2019 karena rakyat kebingungan, dan acara tersebut adalah salah satu cara penyampaian pendapat yang dilindungi oleh undang-undang,” paparnya.

Sebanyak 1.500 ulama dan tokoh nasional diperkirakan akan hadir pada acara yang akan digelar di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Jawa Barat tersebut.

Sebelumnya, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, bakal ada 1.500 ulama dan tokoh yang akan hadir dalam Ijtima Ulama dan Tokoh III.

Kecewa Tak Boleh Demo di Depan Istana, Buruh Garmen Ancam Tak Jahitkan Seragam Pejabat dan Polisi

Ijtima Ulama jilid tiga akan digelar di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019) besok.

Slamet Maarif yang memegang jabatan Organizing Committee (OC) Ijtima Ulama dan Tokoh III mengatakan, undangan sudah disebar sejak Senin (29/4/2019) kemarin.

“Insyaallah tak jauh beda dengan Ijtima Ulama I dan II yang pesertanya berjumlah sekitar 1.500 orang. Undangannya baru hari ini kami sebar, sehingga kami belum bisa konfirmasi siapa saja yang akan hadir,” ungkap Slamet Maarif dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

Diteriaki Presiden, Prabowo Sebut Buruh Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Slamet Maarif mengatakan, pihak panitia berharap lebih dari perwakilan 27 provinsi di seluruh Indonesia bisa hadir dalam acara tersebut.

“Dari Banten katanya siap hadir 80 orang, kemudian dari Aceh ada 10 orang yang akan hadir,” jelasnya.

Yusuf Muhammad, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama sekaligus ketua panitia menjelaskan, pelaksanaan Ijtima Ulama dan Tokoh III adalah sebuah keniscayaan.

Prabowo Ingatkan Media Saat Orasi Hari Buruh: Hati-hati Kau, Kami Bukan Kambing yang Bisa Diatur

“Sebagai pelaksana Ijtima Ulama I dan II, dengan melihat kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif, maka Ijtima Ulama dan Tokoh III adalah sebuah keniscayaan sebagai pengawalan kepada rekomendasi Ijtima Ulama sebelumnya,” beber Yusuf Martak.

Yusuf Martak juga menjelaskan dalam Ijtima Ulama dan Tokoh III, akan ada pemaparan berbagai kecurangan yang ditemukan oleh BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kenapa yang hadir BPN? Karena Ijtima Ulama sebelumnya telah merekomendasikan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Itu adalah bentuk pengawalan juga terhadap rekomendasi ijtima ulama sebelumnya,” terangnya.

Prabowo: Elite Kaya karena Mencuri dari Rakyat Namanya Pengkhianat Bangsa dan Negara

Yusuf Martak juga menjelaskan bahwa Ijtima Ulama dan Tokoh II digelar dengan tujuan memberi pedoman kepada masyarakat dalam menghadapi dugaan kecurangan Pemilu.

“Karena akhir-akhir ini masyarakat bertanya-tanya bagaimana menghadapi kecurangan Pemilu. Oleh karena itu Ijtima Ulama dan Tokoh III adalah sebuah keniscayaan untuk membahas mekanisme legal dan syar’i dalam menghadapi kecurangan Pemilu,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menyebut pihaknya bakal menggelar ijtima ulama jilid tiga, untuk membahas penyelenggaraan Pemilu 2019.

Tiga Pantun Prabowo di Hari Buruh, Sebut yang Curang Akhlaknya Seperti Lutung

Slamet Maarif mengungkapkan, para ulama yang selama ini tergabung dalam gerakan 212, telah menggelar pertemuan.

Pertemuan tersebut salah satunya membahas soal penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Yang jelas kemarin kita sudah ada pertemuan dengan ulama-ulama 212 di Hotel Alia, dan insyaallah kita dalam waktu dekat kita akan ada pertemuan, akan undang wartawan untuk jumpa pers," ujar Slamet Maarif di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran, Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Ini Perannya

Dalam pertemuan itu, PA 212, menurut Slamet Maarif, meminta masukan para ulama di sejumlah daerah, seputar penyelenggaraan Pemilu 2019.

Karena, katanya, ulama-ulama tersebut mendapatkan laporan dari santri dan jemaahnya, seputar penyelenggaraan Pemilu 2019 dan dugaan kecurangan di dalamnya.

Dari pertemuan dengan sejumlah ulama tersebut, menurut Slamet Maarif, disepakati akan adanya pertemuan besar membahas Pemilu 2109, dan kemungkinan akan digelar ijtimak ulama ketiga.

Ini Tiga Kategori Masyarakat yang Dibebaskan dari Kewajiban Bayar PBB-P2

"Dan disepakati langkahnya harus ada pertemuan besar, semacam ijtimak ulama, mungkin yang ketiga, untuk menggelar itu semua," kata Slamet Maarif.

"Sehingga, kita punya rujukan, baik payung hukum ataupun secara syariinya, secara syariatnya, Itu sudah kita siapkan," sambungnya.

Sedangkan terkait imbauan rekonsiliasi pasca-Pemilu 2019, menurut Wakil Ketua BPN itu, pihaknya tidak akan menggubrisnya.

Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja

Karena, menurut Slamet Maarif, tidak ada rekonsiliasi untuk setiap kecurangan yang dilakukan di Pemilu 2019.

"Segala bentuk kecurangan tidak ada rekonsiliasi. Kita tidak akan pernah ada rekonsiliasi dengan kecurangan apa pun. Jadi kita saat ini adalah pertempurannya melawan segala bentuk kecurangan," tegasnya.

Slamet Maarif juga menyebut calon presiden Prabowo Subianto mendengarkan saran ulama 212, untuk tidak menemui utusan Jokowi.

Jusuf Kalla Minta Jokowi dan Prabowo Bertemu Langsung, Jangan Lewat Utusan

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Jokowi telah mengirimkan utusan untuk bertemu Prabowo. Namun, hingga kini pertemuan tersebut belum terjadi.

"Ya beliau kan selama ini dengar saran ulama. Ulama menyarankan jangan bertemu dulu," ucap Slamet Maarif.

Menurut Slamet Maarif, para ulama bukan melarang Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan Jokowi atau utusannya.

Ratna Sarumpaet: Pemilu 2019 Berantakan, Jangan-jangan Panitianya Pelit

Namun, kondisinya saat ini sedang penghitungan suara. Sehingga, menurutnya, sebaiknya semua pihak fokus pada penghitungan suara.

"Biarkan fokus dengan pekerjaannya masing-masing, dan alhamdulillah beliau ikut saran itu demi kebaikan bersama, insyaallah," cetusnya.

Para ulama, menurutnya, menyarankan Prabowo Subianto untuk menerima ajakan pertemuan, setelah proses penghitungan suara di KPU rampung.

"Ya kalau bertemu kan, apalagi sama anak bangsa, warga negara, sesama muslim, ya silakan saja. Tapi ini kan sedang dalam proses. Jadi kita juga menyarankan kepada Pak Prabowo, nanti sajalah kalau sudah ada keputusan resmi baru ketemu," paparnya. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved