Tip Otomotif

Awas Terserang Microsleep saat Berkendara Jarak Jauh, Begini Cara Antisipasinya

Supaya tidak mengalami masalah, hal yang paling penting dalam berkendara jarak jauh adalah tubuh pengemudi harus selalu dalam kondisi normal.

Awas Terserang Microsleep saat Berkendara Jarak Jauh, Begini Cara Antisipasinya
IndonesiAutosBlog
ILUSTRASI Berkendara jarak jauh 

Mengantuk dapat menyebabkan Microsleep, yaitu keadaan yang paling sering terjadi saat berkendara jarak jauh.

Microsleep atau tidur mikro sendiri merupakan suatu kondisi di mana tubuh mengalami fase tidur dalam jangka pendek sekitar 30 detik.

Microsleep sendiri menjadi salah satu penyebab seringnya kecelakaan mobil terjadi.

2. Asupan makanan

Asupan makanan untuk pengemudi harus di perhatikan. Persiapkan cemilan seperti buah, sayuran, atau jus.

Selain itu, makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dan gas termasuk nasi putih, pasta, sereal, dan roti, menjadi daftar yang wajib dihindari saat berkendara jarak jauh.

Sebaiknya pengemudi juga mengkonsumsi makanan yang kaya serat seperti makanan yang mengandung kacang-kacangan, gandum, serta susu agar tidak menimbulkan kantuk.

KEMACETAN di ruas Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor. Kemacetan yang parah dapat meningkatkan kelelahan pengemudi. Maka, dianjurkan sebelum berkendara jarak jauh, persiapan untuk kebugaran tubuh tidak ditinggalkan.
KEMACETAN di ruas Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor. Kemacetan yang parah dapat meningkatkan kelelahan pengemudi. Maka, dianjurkan sebelum berkendara jarak jauh, persiapan untuk kebugaran tubuh tidak ditinggalkan. (KompasOtomotif)

3. Cegah dehidrasi, minum air putih

Siapkan air putih selama perjalanan agar tidak terjadi dehidrasi saat berkendara. Sebuah studi mengatakan pengemudi yang cukup terhidrasi akan lebih fokus dan lebih mahir dalam berkendara.

Selain itu, penting untuk membatasi minum minuman berkafein (seperti kopi, soda dan teh), minuman dengan kadar gula tinggi (kemasan) serta hindari minuman berenergi dan beralkohol saat mengemudi.

Di bawah pengaruh minuman keras, kinerja otak tidak bisa maksimal.

Meski tergantung jumlah yang dikonsumsi, efek alkohol pada otak dapat menyebabkan seseorang lebih sulit memperkirakan, lambat bereaksi dan mengalami penurunan kemampuan visual.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved