Pembunuhan
Kisah Asmara Pemutilasi dengan Guru Honorer yang Menceritakan Kronologi Pembunuhan
Kedua pelaku pembunuhan dan mutilasi guru honorer sudah ditangkap. Mereka beberkan aksi kejam dan hubungan asmara
Ajis mengaku, dirinyalah yang melakukan proses mutilasi pertama kali pada bagian leher korban.
Karena sempat alami kesulitan, pekerjaan Ajis yang belum sepenuhnya rampung itu, akhirnya dilanjutkan oleh Aris Sugianto.
"Pertama saya, terus dilanjutkan dia," katanya.
Kepada penyidik, Ajis menegaskan, proses mutilasi bagian leher dilakukannya berdua dengan Aris.
"Iya kami potong berdua bergantian," lugasnya seraya menganggukkan kepala ke arah penyidik.
Setelah proses mutilasi usai, lanjut Ajis, dirinya bersama Aris memasukkan potongan tubuh korban ke dalam koper.
Koper itu diketahui, ternyata milik ibunda Aris.
"Kami masukan ke dalam koper berdua juga," katanya.
• BREAKING NEWS:Setelah Mayat dalam Koper, Kini Penemuan Mayat dalam Karung di Pandeglang
• Ramalan Zodiak Minggu 14 April 2019, Pisces Perlu Lakukan Perjalanan Jauh, Cancer Jaga Kesehatan
• Putra Jokowi Tanggapi Komentar Nyinyir Netizen Soal Kondisi Kampanye Akbar: Mana Buktinya Pak?
Setelah rampung mengemasi potongan tubuh korban ke dalam koper.
Ajis menerangkan, keduanya langsung membuang ke pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar.
"Kami berdua buang koper itu di sungai," tandasnya.
Ajis dan Aris ditangkap setelah polisi memburunya selama 10 hari setelah ditemukannya jasad Budi Sutanto, 3 April lalu.
Aris ditangkap di Jakarta, dan Ajis ditangkap di Kediri, Jawa Timur.
Aksi pembunuhan kepada pemilik sanggar tari di Kediri ini disebut sadis, karena setelah korban dibunuh, pelaku memisahkan kepala dengan tubuh korban.
Tubuh Budi dimasukkan dalam koper dan bagian kepalanya dibuang ke tempat lain.