Pilpres 2019

Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Prabowo: Pertandingan Belum Mulai, Kita Sudah Tahu Golnya Berapa

Meski tak langsung menyinggung, Prabowo Subianto mengaku kaget atas kejadian yang heboh sejak kemarin itu.

Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Prabowo: Pertandingan Belum Mulai, Kita Sudah Tahu Golnya Berapa
Warta Kota
kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2019). 

CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat menyinggung insiden surat suara tercoblos di Malaysia, saat menghadiri deklarasi dukungan untuk Prabowo-Sandi dari Aliansi Advokat Indonesia Bersatu, di Balai Kartini, Kamis (11/4/2019) malam.

Meski tak langsung menyinggung, Prabowo Subianto mengaku kaget atas kejadian yang heboh sejak kemarin itu.

"Pemilu dijamin jujur, bersih, adil. Kaget belum mulai saja sudah ada yang nyoblos-nyoblos di luar negeri," katanya.

Heboh Surat Suara 01 Sudah Tercoblos di Malaysia, Bawaslu Benarkan, Ini Kata Jokowi

Ia menilai, ada kecenderungan demokrasi yang dijalankan dapat diatur layaknya pertandingan sepak bola.

Padahal, menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, demokrasi bertujuan agar pemilihan pemimpin berjalan damai, terjamin jujur, serta adil.

"Kita harus koreksi diri ada budaya curang di bangsa kita ini, harus jujur. Benar tidak? Bagaimana coba kita lihat sepak bola nasional," tuturnya.

Pasutri Ini Tanyakan Penemuan Mayat Mrs X di Tol Jagorawi, Berharap Itu Bukan Putri Mereka

"Kita tahu sama tahu banyak pertandingan belum mulai, kita sudah tahu golnya berapa, itulah, kita jujur koreksi diri," sambungnya.

Dirinya menilai pula, apa yang terjadi saat ini, karena kekuasaan orang yang paling kuat yang dilanggengkan alias rule of the strongest, bukan rule of law yang mengatasnamakan rakyat.

"Kalau tidak ada rule of law, yang terjadi adalah rule of the strongest, berkuasa orang yang paling kuat. Akhirnya bukan akal sehat, tapi akhirnya yang nanti terjadi adalah adu kekuatan," paparnya.

Dua Tahun Kasus Penyiraman Air Keras Tak Terungkap, Novel Baswedan Terus Desak Jokowi Bentuk TGPF

Sementara, Direktur Media dan Komunikasi BPN Hashim Djodjohadikusumo, di kesempatan yang sama menyebut terbongkarnya kejadian surat suara yang tercoblos merupakan realisasi kecurigaan tim BPN pada pelaksanaan pemilu ini.

"Beberapa jam lalu skandal terjadi di Malaysia. Peristiwa itu adalah bukti, kami curiga itu sebenarnya ada dan terjadi di Malaysia. Kita salut dengan WNI di sana yang telah membongkarnya," papar Hashim.

Deklarasi dukungan untuk Prabowo-Sandi dari Aliansi Advokat Indonesia Bersatu, dimotori oleh pengacara senior Otto Hasibuan dan sejumlah advokat dari berbagai daerah di Indonesia.

Yusril Siap Bongkar Percakapan dengan Rizieq Shihab di WhatsApp di Pengadilan Jika Diperlukan

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Tim Satuan Tugas (Satgas) segmen Malaysia mendapati surat suara sudah dicoblos untuk pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin, dan caleg DPR RI dari Partai Demokrat Dapil DKI Jakarta II nomor urut 3 Mariana Harahap.

Sebanyak 73 peti, 82 kantong plastik hitam berisi surat suara Pemilu 2019, serta puluhan lainnya, berserakan di lantai ruangan tersebut.

Hal itu diketahui dari salah satu video berdurasi 2 menit 13 detik yang beredar di platform pesan singkat WhatsApp.

Minta Maaf kepada Aktivis Pendukungnya, Ratna Sarumpaet: Kakak Memang Bohong

Dari sampel yang diambil untuk dilihat kondisinya, beberapa di antaranya menunjukkan surat suara tersebut sudah berlubang.

"Salah satu yang dicoblos adalah dari Partai Demokrat nomor 14, caleg nomor urut 3 Mariana Harahap. (Surat suara) Presidennya di coblos nomor 01," kata salah satu Tim Satgas Malaysia, dalam video itu, Kamis (11/4/2019).

Katanya, kejadian ini sudah ditemukan pada dua lokasi berbeda, yakni wilayah Bangi dan Kajang, Malaysia.

Prabowo Sebut Posisinya Sangat Kuat dan di Ambang Kemenangan

Ia menjelaskan, tidak tahu menahu siapa pemilik surat suara tercoblos tersebut. Mereka masih menunggu pihak kepolisian datang ke lokasi.

"Ini penemuan di daerah Bangi, Kajang Selangor," ujarnya.

Sebelumnya, anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar membenarkan konten dari video yang beredar, bahwa ada surat suara Pemilu 2019 sudah tercoblos untuk salah satu paslon.

Dahnil Anzar Simanjuntak Tak Tahan Berlama-lama Lihat Foto Wajah Lebam Ratna Sarumpaet

Tumpukan puluhan kantong surat suara itu ditemukan di sebuah ruang kosong di kawasan Bandar Baru Bangi, Taman Universiti Bangi, Selangor, Malaysia.

Fritz mengatakan, kecurangan tersebut ditemukan oleh Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Bener, Panwaslu LN Kuala Lumpur sebagai penemu," kata Fritz saat dikonfirmasi, Kamis (11/4/2019).

Adik Prabowo Mau Laporkan Sengketa Hasil Pemilu ke Pengadilan Internasional, Kata Mahfud MD Tak Bisa

Bawaslu akan meminta KPU menghentikan sementara segala kegiatan pemungutan suara di seluruh wilayah Malaysia, hingga kasus ini terang benderang.

Bawaslu juga meminta KPU melakukan evaluasi kerja khususnya kepada pihak Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

Mereka juga sudah membuat laporan terkait kinerja PPLN yang dinilai tidak menjalankan tugas dengan benar.

BREAKING NEWS: Pria yang Panjat Cerobong Asap di Pulogadung Tewas Setelah Terjun Bebas

"Kami akan meminta KPU menghentikan pemungutan suara di seluruh Malaysia sampai semua jelas," tegas Fritz.

Sementara, Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya tengah mengkroscek kebenaran dalam video yang beredar tersebut.

KPU akan meminta penjelasan persis bagaimana kejadian tersebut kepada Pokja PPLN.

Ratna Sarumpaet Berterima Kasih pada Tompi karena Menolongnya Lebih Cepat Minta Maaf

"Kita sedang cek kebenarannya dan kejadian persisnya kepada Pokja PPLN," ucap Ilham.  

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait pengusutan surat suara tercoblos nomor urut 01 di Selangor, Malaysia.

"Ya dicek saja lah, kalau itu benar dan itu merupakan pelanggaran, laporkan saja ke Bawaslu. Mekanismenya jelas kok, enggak usah diangkat isu-isu yang enggak jelas," ucap Jokowi kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019).

Kronologi Kapal Patroli Indonesia Diteror Speedboat dan Helikopter Malaysia Saat Ciduk Pencuri Ikan

Jokowi juga merespons soal kabar penghitungan surat suara di luar negeri, sebagaimana beredar lewat pesan aplikasi WhatsApp.

Jokowi mengatakan, kabar tersebut harus diverifikasi kebenarannya.

Sebab, informasi itu bisa saja menimbulkan rasa ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu.

Dahnil Anzar Bakal Bersaksi, Ratna Sarumpaet: Aku Tahu Kok Ini Politik, Saya Enggak Sebodoh Itu Juga

"Penghitungan surat suara itu dilakukan nanti pada tanggal 17, mekanisme itu harus tahu. Nanti juga penghitungannya berjenjang. Jadi jangan sampai ada yang ngomong curang, curang, dihitung juga belum. Berjenjang," papar Jokowi kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun meminta semua pihak turut mengawasi penyelenggaraan Pemilu serentak 2019, baik KPU, Bawaslu, maupun masyarakat.

"Kalau ada yang curang di TPS mana, kalau ada yang curang di kecamatan mana? Kalau curang di kabupaten mana? Gampang sekali ngitungnya. Hitungannya berjenjang kok, semua masyarakat, semua anak muda yang memiliki aplikasi bisa dicek itu, bisa ngecek semuanya," tutur Jokowi.

Ini Ciri-ciri Balita Tiga Tahun yang Diculik di Bekasi

"Oleh sebab itu, seluruh rakyat saya ajak semua untuk melihat TPS, hasilnya dijepret, jadi kalau nanti ada yang curang gampang carinya," tambahnya.

Sebelumnya, KPU sudah menepis broadcast yang berisi hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di luar negeri.

Menurut KPU, hasil pemungutan suara di luar negeri baru diketahui setelah proses penghitungan suara pada 17 April 2019.

Lima Fakta Penculikan Balita Tiga Tahun di Bekasi yang Terekam CCTV, Pelaku Sering Datang ke TKP

"Hoaks, penghitungannya baru dilakukan pada 17 April. Dapat kami pastikan itu hoaks, mengapa demikian? Ada early voting atau pemilihan umum di awal waktu, kalau di dalam negeri 17 April, di luar negeri mulai tanggal 8 hingga 14 April, bisa juga sebelumnya, yaitu pengiriman pos. Itu kegiatan pemungutan suara, perhitungannya 17 April, bagaimana mungkin? Dihitung saja belum tapi udah muncul," papar Komisioner KPU Viryan Aziz, Rabu (10/4/2019).

Viryan Aziz mengatakan, hanya pemungutan suara yang dilakukan lebih dahulu di luar negeri.

Sedangkan penghitungan suara tetap dilakukan pada 17 April 2019 di kantor perwakilan luar negeri Indonesia.

Bawaslu Benarkan

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar membenarkan adanya video ini. Hal itu ia pastikan berdasarkan laporan dari Panwaslu Kuala Lumpur.

"Jelas ada kegiatan yang TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) dalam kegiatan ini. Terbukti PPLN (Panitia Pemilihan luar Negeri) tidak melaksanakan tugas dengan benar," kata Fritz kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Pihak Mabes Polri mengaku telah melakukan penelusuran terkait temuan temuan puluhan karung surat suara yang sudah tercoblos untuk pasangan Jokowi-Maruf Amin, di Selangor, Malaysia.

Sudah Ditahan Kejaksaan, Pekan Depan Adi Saputra Sang Unboxing Motor Mulai Disidang

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menghubungi Liaison Officer (LO) di Malaysia.

"Kepolisian sudah mengonfirmasi kepada LO di KL, (Kuala Lumpur) langsung mengecek LO di Selangor. Apakah video yang viral tersebut benar atau tidak," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Kamis (11/4/2019).

Polri juga berkoordinasi dengan Pokja pengamanan pemilu di Malaysia untuk mendalami kabar ini.

Nusron Wahid Bantah Perintahkan Bowo Sidik Pangarso Siapkan 400 Ribu Amplop Serangan Fajar

Dirinya meminta masyarakat tetap tenang menyikapi kabar ini. Dedi mengimbau masyarakat menunggu informasi resmi terkait kabar ini.

"Masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap video tersebut, pihak-pihak terkait merilis hasil penyelidikan atau pemeriksaan resmi," papar Dedi.

Pemungutan suara di luar negeri telah berjalan sejak 8 April 2019, karena KPU menerapkan early voring bagi pemilu di luar negeri.

Namun, khusus untuk pemilihan di Malaysia, digelar pada Minggu (14/4/2019) medantang. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved