Bencana Alam

Ketua BNPB: Penting Unsur Manusia Penentu Semua Usaha Perbaikan Sungai

Cita-cita mewujudkan sungai yang bersih akan dapat terwujud bila ada usaha kuat dalam benak manusia.

Penulis: | Editor:
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ilustrasi sungai 

Untuk mewujudkan sungai yang bersih, pentingnya unsur manusia sebagai penentu semua usaha perbaikan sungai. Sungai yang bersih akan dapat terwujud bila ada usaha kuat dalam benak manusia.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengatakan, pentingnya unsur manusia sebagai penentu semua usaha perbaikan sungai.

Cita-cita mewujudkan sungai yang bersih akan dapat terwujud bila ada usaha kuat dalam benak manusia.

Kebersihan dan pencemaran sungai dan lingkungan penentunya adalah perilaku manusia.

"Maka wujudkanlah kesadaran manusia tentang pentingnya air dalam kehidupan kita, dan sungai adalah sumber utama ketersediaan air. Tidak ada gunanya konsep yang bagus kalau tidak bisa mengubah sikap manusianya." kata Doni Monardo dalam penutupan Kongres Sungai Indonesia IV atau KSI 4.0, Minggu (24/3/2019).

Ada Agenda Menarik Bagi Generasi Milenial Akhir Bulan Ini

Doni mengatakan, melalui Kongres Sungai Indonesia prinsip gotong royong mengelola sungai dapat diterapkan dengan memberi peran aktif kepada para pihak mulai dari pemerintah, swasta, perguruan tinggi, komunitas dan media.

"KSI akan terus berjalan atas prinsip gotong royong," kata Doni dalam keterangan tertulisnya.

Sebuah maklumat dan rekomendasi telah dihasilkan selama perhelatan tahunan selama empat hari itu.

Pada intinya maklumat dan rekomendasi bertujuan untuk meningkatkan peran para pihak dalam upaya mewujudkan prinsip Air Hidupku Sungai Nadiku Maritim budayaku.

Maklumat KSI 4.0 terdiri atas lima poin yang diawali dengan penegasan bahwa KSI merupakan gerakan masyarakat untuk mewujudkan sungai sebagai pusat peradaban bagi peningkatan kualitas manusia.

"Unsur kepemimpinan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan cita-cita KSI," ujar Sunaryo, anggota Presidium Kongres Sungai Indonesia.

Penghuni Nyalakan Lilin, Sebuah Kontrakan di Pasar Minggu Terbakar

Kepemimpinan yang kuat dibutuhkan untuk menata ulang pola-pola pemanfaatan sungai saat ini yang mengakibatkan ketidakseimbangan.

Sementara itu, Alfian Mujani, praktisi media, saat hadir dalam kongres itu mengatakan, media memiliki peran sangat krusial dalam keberhasilan program bersih-bersih sungai.

Bukan hanya karena kemampuannya menyebar foto dan menuliskan berbagai cerita, namun juga keterlibatan langsung di lapangan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved