Minggu, 10 Mei 2026

Agar Terhindar dari Perampokan Berkedok Taksi Online, Polisi Minta Warga Lebih Teliti Saat Memesan

Polisi meminta masyarakat lebih teliti memesan taksi online agar tidak jadi korban seperti karyawati bank yang disayat wajahnya oleh perampok.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Konpers pengungkapan curas modus sebagai driver taksi online di Polda Metro Jaya, Senin (18/3/2019). 

Argo mengataman, peristiwa berawal saat GK yang merupakan karyawati bank Mandiri baru saja selesai mengikuti pelatihan di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

"Karena tak membawa kendaraan dan hendak pulang ke rumahnya di Bekasi, GK kemudian memesan taksi online lewat aplikasi Grab," kata Argo.

Setelah mendapatkan mobil pesanan kata Argo, sopir taksi oline yang dipesan yakni NZ membawa korban ke Bekasi melalui tol.

"Setelah keluar pintu tol, tepatnya di Jatiwarna, Bekasi, pelaku yang berkedok sebagai driver taksi online mengeluarkan cutter dan mengancam korban untuk menyerahkan uang dan barang berharganya," kata Argo.

Namun tambah Argo, korban menolak dan melawan.

"Karenanya pelaku melukai paha korban dengan cutter hingga sobek. Korban tetap menolak, dan akhirnya pelaku melukai tangan dan wajah korban dengan cutter yang dibawanya," kata Argo.

Saat itu kata Argo korban menyerahkan uang yang ada di dompetnya dan jam tangannya.

"Uang di dalam dompetnya sekitar Rp 104.000 dan sebuah jam tangan diserahkan ke pelaku," kata Argo.

Karena tidak puas, kata Argo pelaku memeriksa dompet korban dan mengetahui ada kartu ATM korban.

"Pelaku lalu memaksa korban mengambil uang di dalam ATM nya untuk diserahkan ke pelaku. Dalam kondisi ketakutan dan sudah terluka, korban menuruti kemauan pelaku," kata Argo.

Pelaku kemudian membawa korban ke gerai ATM di sebuah minimarket di Bekasi.

"Untuk menutupi luka pelaku agar tidak dilihat orang dan dicurigai, pelaku menyuruh korban membalut luka di tangan dan paha dengan hijab yang dipakai korban," katanya.

Karena ketakutan, korban pun mengambil uang Rp 4,3 Juta dari rekeningnya melalui ATM, dan menyerahkannya ke pelaku.

"Setelah mendapatkan apa yang dimau, pelaku kemudian membawa korban ke RS Pondok Kopi untuk perawatan atas lukanya," kata Argo.

Setelah itu kata Argo pelaku kabur dan meninggalkan korban di sana.

"Setelah itu korban membuat laporan ke Polsek Pondok Gede setelah mendapat perawatan dari rumah sakit," katanya.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved