Operasi Tangkap Tangan

Ustaz Abdul Somad Tulis Siapa Sesungguhnya Ramahurmuzy Bikin Heboh, Netizen: Ustaz Nyindirnya Cerdas

Ustaz Abdul Somad menulis cerita singkat siapa itu Ramahurmuzy dan langsung bikin heboh netizen dan menyebut UAS cerdas.

Ustaz Abdul Somad Tulis Siapa Sesungguhnya Ramahurmuzy Bikin Heboh, Netizen: Ustaz Nyindirnya Cerdas
@ustadzabdulsomad
Ustaz Abdul Somad tulis cerita lengkap siapa itu Ramahurmuzy. 

Al-Fatihah 

Komentar sejumlah netizen terhadap tulisan Abdul Somad

d_harisun: @ustadzabdulsomad bisa2 aja postingnya 

wiwik2637 Semoga UAS selalu dlm lindungan Allah Subhana hu wataala

dayat_regobiz Beda banget sama ketua partai yg korup itu

dayat_regobiz Alhamdulillah

zanah2375 Beda kelas, beda nasib ya 

nurmfauzan Satiree atau sarkas nih :v?

wardhana_muhammad Subhanallah ustadz

miato909 Yang ketangkep mah bukan romahurmuzy tp ROMLAH tak ter UZY

novikur73 Di Indonesia ada orang yang namanya sama tapi kelakuannya bedanya 360° 

irwanrewok Ustadz cerdas

jen_umar Beda kelas keilmuannya...Yang ini Ahli hadits...yang satunya keahliannya lain juga....wkwkwk

febrianaji Ramah yaa bukan romah wkwk

herdi_q Ustadz bisa aja nih mancing2nya 

jade.kies UAS itu ASN jd gak boleh terang2an kampanye

jade.kies Maen nya alus tp faham kok UAS khan ASN jd gak boleh terang2an kampanye hehe

iyan01858 Ini akibat demokrasi sistem politik dng biaya tinggi...melahirkan pejabat korup dan tdk peduli kpd rakyat..hubbud dunya

yulio86 DAN ALHAMDULILLAH ROMAHURMUZI YANG ITU UDAH DI BORGOL KPK, MUNGKIN KUALAT...

hafizhmaul Kok antara lucu dan kasian ya 

Banjir Bandang di Sentani Jayapura Tewaskan 14 Orang, 18 Luka-luka

Hasil Lengkap dan klasemen Liga Jerman, Dortmund Kembali ke Posisi Puncak

Hasil Lengkap Klasemen Liga Belanda, Peluang Liga Champions Feyenoord Menipis

Mbah Moen Kecewa

Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimoen Zubair mendatangi kantor DPP PPP di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).

Pantauan Kompas.com, Maimoen Zubair atau Mbah Moen tiba di kantor DPP sekitar pukul 13.30 WIB. Ia didampingi politisi PPP Taj Yasin.

Mbah Moen tampak mengenakan setelan kemeja batik, sarung, dan peci berwarna hitam.

Menurut elite PPP Zainuth Tauhid Saadi, kehadiran Mbah Moen adalah untuk mengikuti rapat pengurus harian PPP.

Rapat digelar untuk menentukan status jabatan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, pasca yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi seleksi jabatan di Kementerian Agama.

"Iya Mbah Moen datang untuk rapat nanti sore bersama Majelis Pertimbangan Partai dan Majelis Pakar," katanya, Sabtu (16/3).

Selamatkan partai

Mbah Moen mengaku kecewa atas dugaan kasus korupsi yang melibatkan Romahurmuziy atau Romy.

Ia kecewa, mengingat hal ini bukan kali pertama terjadi. Ketua Umum PPP sebelum Romy, Suryadharma Ali juga terjerat kasus korupsi.

"Mengapa dulu Pak SDA (Suryadharma Ali) lalu terjadi lagi, saya kecewa, tapi itu takdir Allah," katanya.

Menurut Mbah Moen, baik kasus Romy maupun kasus Suryadharma Ali, merupakan ujian yang terjadi antar sesama umat Islam.

Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Minggu (17/3/2019) Hanya di Tiga Wilayah

Gubernur NTB Kutuk Keras Serangan Teroris di Masjid Al Noor Christchurch Selandia Baru

Ustaz Abdul Somad Tulis Siapa Sesungguhnya Ramahurmuzy Bikin Heboh Netizen: Ustaz Nyindirnya Cerdas

Meski begitu, ia menyerahkan proses hukum yang berlaku kepada KPK. Ia menyadari bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum akan diikuti dengan prosedur hukum.

"Tapi kita punya partai harus diselamatkan. Saya walau bagaimana pun saya datang ingin ada kemaslahatan," kata Mbah Moen.

"Dan proses hukum adalah hukum. Dan hukum untuk suatu kewajiban bagi siapapun sebagai bangsa Indonesia," sambungnya. 

Merasa Dijebak

Sementara itu, M Romahurmuziy alias Rommy mengaku merasa dijebak, saat ditangkap aparat KPK, Jumat (15/3/2019) kemarin.

Rommy ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag).

Sesaat sebelum meninggal Gedung Merah Putih KPK, Rommy sempat memberikan dua lembar kertas surat pernyataannya yang berjudul 'Surat Terbuka untuk Indonesia'.

Surat tersebut berisi tulisan tangan dirinya yang diakhiri dengan tanda tangannya.

PPP Jawa Barat Minta Maaf Terkait OTT KPK Romahurmuziy di Surabaya

Pria Kulit Putih Didakwa Terlibat dalam Pembunuhan Keji di Masjid Christchurch Selandia Baru

Pagi Ini Sandi Main Basket Bareng AHY di Bulungan

Berikut ini isi surat Rommy:

1. Saya ingin memulai dengan pepatah Arab: musibah yang menimpa suatu kaum, akan menjadi manfaat dan faedah untuk kaum yang lain.

2 Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan , atau saya rencanakan, bahkan firasat pun tidak.

Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tahu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini menjadi petaka.

3. Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan, bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat.

4. Kejadian ini juga menunjukkan inilah risiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

5. Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini.

Inilah risiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional, dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya.

6. Kepada warga PPP di seluruh pelosok Tanah Air; rekan-rekan pengurus DPP DPW, DPC, PAC dan Ranting : saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini.

Jangan kendurkan perjuangan, karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari.

Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen.

Saya akan segerz mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini.

7. Kepada kakak, adik, keluarga besar terkhusus istri dan anakku tercinta, Ayah mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesedihan, kerepotan, dan perasaan yang kalian terima.

Dengan seluruh perasaan Ayah yang masih tersisa saat ini, dengan segala ketulusan Ayah, mohon keyakinan kalian bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidaklah seperti yang tampak di media. Ikhlaskan lah takdir yang menimpa Ayah sebagai pemimpin saat ini.

Anakku, permataku dan pembuat senyumku, engkau harus tetap belajar rajin karena UN sudah dekat.

Tak usah kau pedulikan apa kata orang jika mereka membullymu, karena inilah risiko menjadi pemimpin politik seperti yang selalu Ayah bilang.

Ayah doakan semoga engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu. Peluk ciun ayahmu dari jauh yang selalu mencintaimu.

Istriku, belahan nyawaku, Engkaulah kekuatanku. Aku yakin kita terus saling menguatkan, menghadapi badai ini agar cepat berlalu.

Aku merasakan begitu besarnya cinta dan kesungguhan serta pengorbananmu mendampingiku. Terima kasih untuk terus mempercayaiku. Karenanya, izinkan aku untuk terus mencintaimu. Titip cium untuk anak kita setiap hari.

Nama-nama Mantan Ketum Partai Terjerat Korupsi Selain Romahurmuziy

Untuk diketahui, Romahurmuziy menjadi ketua umum PPP kedua yang terjerat kasus korupsi. Namun tak hanya ketua umum PPP saja yang pernah terjerat korupsi.

Setidaknya ada tiga ketua umum partai politik lain yang juga korupsi. Inilah nama-nama para mantan ketua umum partai tersebut:

Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

Pada 24 April 2018, mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dijatuhi hukuman 15 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Novanto terbukti melakukan kolusi bersama pengusaha Andi Agustinus dalam pengadaan KTP-el.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menjadi saksi persidangan perkara suap terkait proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur,  Senen, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menjadi saksi persidangan perkara suap terkait proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Sejumlah pertemuan yang dilakukannya bersama Andi, Johannes Marliem, pihak Kementerian Dalam Negeri, pihak parlemen, hingga pihak swasta lainnya menunjukkan peran Novanto.

Yakni dalam mengatur pembentukan konsorsium peserta lelang proyek KTP-el, skema pembagian fee, hingga distribusi jatah kepada dirinya melalui transaksi terselubung lewat jasa valuta asing.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali

Sebelum Setya Novanto, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali juga tersandung  korupsi. Ia divonis 6 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kapasitasnya sebagai Menteri Agama pada 11 Januari 2016.

Majelis hakim menilai, Suryadharma telah menyalahgunakan kewenangannya selaku Menteri Agama terkait penunjukkan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan petugas pendamping Amirul Hajj.

Terkait penyelenggaraan ibadah haji pula, Suryadharma dikaitkan dengan kewenangannya meloloskan tawaran dari seorang pengusaha di Arab Saudi untuk penyewaan rumah bagi jemaah haji.

Suryadharma Ali
Suryadharma Ali (Warta Kota/nur ichsan)

Padahal, penginapan yang ditawarkan tidak sesuai kriteria dan telah ditolak berulang kali pada tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, Suryadharma juga dikaitkan dengan usahanya memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Hal itu tercium dari penggunaan dana operasional menteri (DOM) sekitar Rp 1,8 miliar selama 2011-2014.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum

Kemudian sebelum Suryadharma, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga terjerat korupsi.

Pengadilan Tipikor Jakarta pada 24 September 2019, menjatuhkan vonis bersalah dan menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara.

Majelis hakim menilai Anas terbukti menerima gratifikasi satu mobil Toyota Harrier senilai Rp 670 juta, satu mobil Toyota Vellfire senilai Rp 735 juta, kegiatan survei senilai Rp 478,63 juta, serta uang Rp 116,5 miliar dan 5,22 juta dollar AS atau setara Rp 50 miliar.

Anas Urbaningrum.
Anas Urbaningrum. (Kompas.com)

Uang gratifikasi itu berasal dari fee proyek sarana olahraga terpadu Hambalang dan proyek APBN yang diurus Anas dan M Nazaruddin melalui perusahaan Anugerah Nusantara dan Grup Permai.

Gratifikasi tersebut, menurut majelis hakim, sebagian digunakan Anas untuk kepentingannya dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat saat kongres di Bandung, Mei 2010.

Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq

Kemudian pada 15 September 2014, kasasi Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman penjara 18 tahun penjara kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

Tidak hanya itu, dalam putusan kasasi, MA juga mencabut hak politik Luthfi untuk dipilih dalam jabatan publik.

Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq usai menjalani sidang vonis kasusnya yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (9/12/2013). Luthfi divonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan karena terbukti terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sebelumnya ia dituntut 18 tahun kurungan dan denda Rp 1,5 miliar.
Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq usai menjalani sidang vonis kasusnya yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (9/12/2013). Luthfi divonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan karena terbukti terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sebelumnya ia dituntut 18 tahun kurungan dan denda Rp 1,5 miliar. (Wartakotalive.com/Dany Permana)

Luthfi terbukti melakukan hubungan transaksional dengan mempergunakan kekuasaan elektoral demi imbalan atau fee dari pengusaha daging sapi.

Luthfi terbukti menerima janji pemberian uang senilai Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama dan sebagian di antaranya, yaitu senilai Rp 1,3 miliar, telah diterima melalui Ahmad Fathanah.  

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved