Melihat Prospek Saham di Sektor Ritel, Penjelasan Analisis Pasar Modal
Dalam dunia bisnis soal persaingan bisnis adalah hal biasa termasuk di sektor ritel, bagaimana prospek saham sektor ritel ini?
WARTA KOTA, PALMERAH--- Tantangan bisnis tidak bisa dihindari, prospek emiten atau saham sektor ritel masih menarik.
Analisis pasar modal menilai saham atau emiten ritel menunjukkan tren positif karena didukung sentimen positif.
Sentimen positif bagi pelaku usaha ritel sehingga saham ritel menarik, satu di antaranya didukung oleh peningkatan indeks penjualan ritel atau IPR Indonesia.
Bagaimana prospek saham atau emiten ritel Indonesia di pasar modal?
• Punya Hobi Menulis Bisa Menyalurkan Hasil Tulisan Melalui Aplikasi Penerbit Digital
Analis Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya, mengatakan, sinyal membaiknya sektor ritel berasal dari peningkatan indeks penjualan ritel (IPR) Indonesia yang tumbuh 7,7 persen year on year (yoy) pada Desember 2018.
Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan rata-rata IPR Indonesia mencapai 3,7 persen yoy atau lebih baik dari pencapaian 2017 yang hanya sebesar 2,9 persen yoy.
Tren serupa diyakini masih berlanjut di tahun ini.
“Selain efek momentum musiman, kami percaya tren konsumsi di sektor ritel akan positif akibat penurunan harga BBM yang membuat inflasi terjaga,” kata Christine dalam riset 11 Februari 2019.
• Tarif Kargo Penerbangan Naik, Kalog Mendapatkan Keuntungan
Peningkatan IPR Indonesia tampak terealisasikan pada pertumbuhan rata-rata penjualan tiap toko atau same store sales growth (SSSG) para pemain ritel.
PT Matahari Department Store Tbk yang memiliki kode saham LPPF, misalnya.
Kendati mengalami penurunan laba bersih sepanjang 2018, pertumbuhan rata-rata penjualan tiap toko atau same store sales growth (SSSG) tahunan emiten ini masih bisa tumbuh 3,5 persen yoy.
Padahal, di tahun 2017, LPPF mengalami penurunan SSSG hingga 1,2 persen yoy.
Sejumlah emiten yang telah merilis data SSSG di Januari 2018 juga mencetak hasil positif.
• Melirik Sukuk Ritel Terbaru sebagai Sarana Investasi Alternatif
Ambil contoh PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk dengan kode saham RALS yang membukukan SSSG sebesar 3 persen yoy di Januari lalu.
Angka ini lebih baik dari raihan SSSG perusahaan di Januari tahun sebelumnya yang merosot 7,1 persen yoy.