Fenomena Super Snow Moon Terjadi Malam Ini, Bulan Terbesar dan Paling Terang
Fenomena langit supermoon akan terjadi tahun ini yakni di hari ini (19/2/2019). Supermoon ini dinamai Super Snow Moon.
Penulis: PanjiBaskhara | Editor: PanjiBaskhara
1. Jarak Bulan dari Bumi
Dilansir dari Bobo.Grid.ID (grup TribunJatim.com), bulan diperkirakan akan mencapai jarak sekitar 356 kilometer dari Bumi.
Di Supermoon pertama pada 21 Januari 2019, diperkirakan Bulan berada pada jarak sekitar 357 kilometer dari Bumi.
Sedangkan Supermoon ketiga dan terakhir pada 21 Maret nanti, Bulan berada dalam jarak sekitar 360 kilometer dari Bumi.
2. Penjelasan mengapa jarak Bulan Bumi berubah-ubah
Kalau Supermoon terjadi saat Bulan berada pada titik terdekat, berarti ada saatnya Bulan berada pada titik terjauh.
Jawabannya adalah karena orbit Bulan saat mengelilingi Bumi itu tidak bulat sempurna, tapi berbentuk elips atau oval, sama seperti orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Orbit berbentuk elips inilah yang membuat jarak Bulan ke Bumi itu berubah-ubah.
Maka itu, kadang Bulan berada di titik terjauh, tapi bisa juga Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi.
Namun, kalau dihitung secara keseluruhan, jarak antara Bumi dan Bulan itu rata-rata sekitar 384 kilometer.
3. Terjadi beberapa kali dalam setahun
Dilansir dari Kompas.com dari Earthsky, Supermoon adalah bulan baru atau purnama yang terjadi saat Bulan berada dalam rentang 90 persen dengan jarak terdekatnya dengan Bumi.
Sepanjang malam tersebut, bulan akan muncul 7 persen lebih besar dan 16 persen lebih terang dari biasanya.
Di Indonesia, Supermoon sendiri baru ramai dibicarakan pada tahun 2011.
Peristiwa ini akan menujukkan ukuran bulan yang tampak lebih besar hingga 14 persen dari biasannya.
Fenomena Supermoon biasa terjadi hingga 6 kali dalam setahun.
4. Tak akan ada bencana alam
Peristiwa Supermoon ini tidak akan menyebabkan terjadinya bencana alam di Bumi.
Dikutip dari Bobo.Grid.ID, saat Bulan berada dalam fase baru dan purnama, memang hal ini berdampak pada pasang-surut air laut.
Supermoon juga memang membuat air laut menjadi naik sekitar 5 sentimeter karena adanya tarikan gravitasi yang lebih besar daripada biasanya.
Namun, peristiwa ini tidak akan membuat manusia di Bumi mengalami bencana alam.
Jadi, tidak perlu takut ada Supermoon, ya.
Justru dengan adanya Supermoon, kita bisa mengamati Bulan lebih jelas lagi, terutama kalau kita menggunakan teleskop.
5. Hal yang harus diperhatikan saat ingin menyaksikan Supermoon
Bagi yang ingin melihat Supermoon, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Cuaca
Cuaca merupakan faktor pendukung dalam pengamatan Supermoon.
Tak hanya Supermoon, fenomena langit lainnya juga tak akan bisa dinikmati jika cuaca tak mendukung.
Sehingga diperlukan cuaca yang cerah untuk dapat mengamati fenomena ini.
- Tempat
Fenomena Supermoon merupakan fenomenan dimana bulan akan lebih besar dan terang dari biasanya.
Maka pilihlah tempat yang lebih gelap untuk mengamati fenomenan ini.
Pasalnya, cahaya terang akan menghambat proses pengamatan.
- Posisi bulan
Dilansir dari The Independent, pengamat juga perlu memperhatikan posisi bulan.
Posisisbulan terhadap horison atau cakrawala yakni garis semu antara permukaan bumi dan langit.
Pengamatan lebih baik dilakukan saat Supermoon dengan horizon alias saat mendekati terbit akan tenggelam.
Pasalnya, hal itu akan membuat bulan tampak lebih besar.
- Tempat yang lapang
Untuk mengamati fenomena Supermoon perlu memiliki tempat yang lapang.
Usahakan jangan memilih tempat yang dikelilingi oleh gedung bertingkat.
Pasalnya, hal itu akan menganggu pengamatan fenomena ini.
Sementara itu, untuk fenomena Supermoon di wilayah Indonesia tanggal 19 Februari nanti, kita tunggu informasi resminya
Malam Ini Super Snow Moon
Malam ini, fenomena Super Snow Moon akan terjadi, pada Selasa (19/2/2019).
Fenomena Super Snow Moon akan terlihat sepanjang malam di langit seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Super Snow Moon kali ini, akan menjadi supermoon paling terbesar dan terang tahun ini.
Super Snow Moon berada pada jarak terdekatnya dengan perigee (titik terdekat Bulan ke Bumi dalam orbit) yaitu 356.761 kilometer.
Walaupun dapat diamati sepanjang malam, tetapi waktu terbaik menikmati Super Snow Moon adalah setelah Matahari terbenam.
Ukuran bulan itu tampak lebih besar dari biasanya dikarenakan di berada di titik yang lebih dekat dengan orbitnya ke Bumi.
Namun, bisa membandingkan ukuran bulan tersebut jika mengamati dengan teropong, dan bisa diamati tanpa alat bantu atau dengan mata telanjang.
Dilansir boldskycom, nama "Super Snow Moon" menurut NASA, diberikan pada bulan purnama kedua musim dingin oleh suku-suku asli Amerika di Amerika Serikat.
Selain itu, itu disebut bulan salju karena terjadi saat hujan salju tahun ini.
Puncak Super Snow Moon adalah Selasa, 19 Februari 2019 pukul 10.54 pagi EST (Eastern Standard Time).
Bagi travelers yang tak bisa menyaksikan fenomena ini, bisa menunggu Supermoon berikutnya.
NASA mengungkapkan bahwa Supermoon berikutnya akan terjadi pada 20 Maret 2019.
Namun, Supermoon Februari adalah satu Supremesi terbesar tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/super-snow-moon.jpg)