Senin, 20 April 2026

Fenomena Super Snow Moon Terjadi Malam Ini, Bulan Terbesar dan Paling Terang

Fenomena langit supermoon akan terjadi tahun ini yakni di hari ini (19/2/2019). Supermoon ini dinamai Super Snow Moon.

Penulis: PanjiBaskhara | Editor: PanjiBaskhara
istimewa
Super Snow Moon. (NASA/Pixabay) 

Fakta-Fakta terbaru fenomena alam Supermoon terbesar sepanjang 2019 pada 19 Februari tersaji di artikel ini.

Simak pula bahaya dan keindahan Supermoon 19 Februari 2019, menurut informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Supermoon adalah fenomena alam saat Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dan fenomena ini selalu terjadi pada saat Bulan sedang dalam fase purnama.

BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya pun mengeluarkan peringatan kepada warga Jawa Timur (Jatim) terkait Supermoon 19 Februari 2019.

Selam tiga hari kedepan, Senin-Rabu (18-20/2019) warga Jatim diminta mewaspadai lantaran adanya Supermoon.

Peringatan dini disampikan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya melalui instagrem.

Melalui instragam akun @bmkgmaritimjatim, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya meninformasikan, adanya supermoon yang sudah tiba pada Februari 2019 ini.

"Supermoon tibaa !!! Fenomena Supermoon terjadi akibat bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi," tulis BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya di instragram-nya, Minggu (17/2/2019).

Dalam unggahan instagram, BMKG Maritim Tanjung Pareak Surabaya menjelaskan, di bulan Februari 2019 ini masih puncaknya musim hujan.

Kemudian air laut yang sedang pasang maksimum, maka waspadai potensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir Jawa Timur terutama wilayah Utara Jatim.

"Tetap berhati-hati dan selalu update info cuaca dari BMKG," ingatnya.pesisir Sidoarjo

Daerah di Jatim yang harus waspada adanya dampak supermoon, yakni wilayah Pelabuhan Surabaya, pesisir Surabaya Timur, pesisir Surabaya Barat. 

Super Snow Moon, Supermoon Terbesar pada 2019

Masih ingat dengan peristiwa Super Blood Wolf Moon pada Januari lalu?

Fenomena tersebut merupakan gabungan antara fenomena bulan Supermoon, Super Blood Moon, dan Super Wolf Moon.

Nah, di bulan Februari ini akan ada fenomena Super Snow Moon.

Di berbagai belahan dunia, bulan purnama di bulan Februari disebut sebagai Snow Moon.

Penanggalan petani di zaman dahulu lah yang menyebutnya Snow Moon.

Ini karena di beberapa bagian di dunia cuacanya sedang sangat dingin dan bersalju.

Nah, di tahun ini bulan purnama Snow Moon akan jatuh bertepatan dengan fenomena Supermoon.

Fenomena Supermoon sendiri terjadi saat bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi yang disebut perigee.

Bedanya dengan Super Blood Wolf Moon adalah bulan tidak akan berubah warna jadi kemerahan saat fenomena Super Snow Moon.

Namun, cahaya dari bulan akan sangat terang karena merupakan bulan purnama.

Supermoon Terbesar di Tahun 2019

Fenomena Supermoon kali ini akan jadi yang terbesar di sepanjang tahun 2019.

Ini karena bulan akan berada di perigee tedekat dengan Bumi.

Kira-kira, posisi bulan akan berada dalam jarak 356,761 kilometer dari Bumi.

Fenomena Super Snow Moon ini akan terjadi pada Selasa (19/2/2019).

Pada saat itu, bulan akan tampak lebih besar sekitar 10 persen dari ukuran biasanya.

Namun, jika kita melihat dengan mata telanjang, kita belum tentu bisa melihat perbedaannya.

Jika dilihat dengan bantuan teropong atau teleskop, bulan ini akan terlihat besar dan terang.

Peristiwa Langit Lainnya yang Terjadi saat Super Snow Moon

Karena berada di rasi bintang Leo, saat fenomena Super Snow Moon bulan akan berada di bujur langit yang sama dengan bintang Regulus.

Bintang Regulus adalah bintang yang paling terang dalam konstelasi Leo.

Selain itu akan ada planet yang berada di titik yang sama juga, yaitu Venus, Saturnus, Merkurius dan Neptunus.

Rasi bintang Orion juga akan terlihat terang di bagian langit timur dan tenggara.

Rasi bintang lainnya yang terlihat ada Taurus, Gemini, dan Canis Major.

5 Fakta Supermoon 19 Februari 2019 Nanti, Isu Bencana Hingga Tempat Pengamatan

Simak fakta-fakta seputar Supermoon 19 Februari 2019 mendatang.

Untuk kedua kalinya fenomena langit supermoon akan terjadi di 2019 ini, tepatnya pada tanggal 19 Februari mendatang.

Sebelum supermoon 19 Februari mendatang, peristiwa langit yang sama sudah terjadi di 21 Januari beberapa waktu lalu.

Karena jaraknya ini pula, Bulan akan terlihat lebih besar daripada biasanya sehingga kita bisa mengamatinya lebih jelas lagi.

Supermoon adalah fenomena alam saat Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dan fenomena ini selalu terjadi pada saat Bulan sedang dalam fase purnama.

Hal ini membuat kita melihat Bulan purnama lebih terang dan lebih dekat daripada biasanya. Di tahun 2019 ini, ada tiga peristiwa Supermoon yang akan terjadi.

Dilansir dari Tribun Jatim (grup Surya.co.id), Kamis (14/02/2019) berikut fakta-fakta Supermoon 19 Februari yang telah dirangkum dari berbagai sumber:

1. Jarak Bulan dari Bumi

Dilansir dari Bobo.Grid.ID (grup TribunJatim.com), bulan diperkirakan akan mencapai jarak sekitar 356 kilometer dari Bumi.

Di Supermoon pertama pada 21 Januari 2019, diperkirakan Bulan berada pada jarak sekitar 357 kilometer dari Bumi.

Sedangkan Supermoon ketiga dan terakhir pada 21 Maret nanti, Bulan berada dalam jarak sekitar 360 kilometer dari Bumi.

2. Penjelasan mengapa jarak Bulan Bumi berubah-ubah

Kalau Supermoon terjadi saat Bulan berada pada titik terdekat, berarti ada saatnya Bulan berada pada titik terjauh.

Jawabannya adalah karena orbit Bulan saat mengelilingi Bumi itu tidak bulat sempurna, tapi berbentuk elips atau oval, sama seperti orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Orbit berbentuk elips inilah yang membuat jarak Bulan ke Bumi itu berubah-ubah.

Maka itu, kadang Bulan berada di titik terjauh, tapi bisa juga Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi.

Namun, kalau dihitung secara keseluruhan, jarak antara Bumi dan Bulan itu rata-rata sekitar 384 kilometer.

3. Terjadi beberapa kali dalam setahun

Dilansir dari Kompas.com dari Earthsky, Supermoon adalah bulan baru atau purnama yang terjadi saat Bulan berada dalam rentang 90 persen dengan jarak terdekatnya dengan Bumi.

Sepanjang malam tersebut, bulan akan muncul 7 persen lebih besar dan 16 persen lebih terang dari biasanya.

Di Indonesia, Supermoon sendiri baru ramai dibicarakan pada tahun 2011.

Peristiwa ini akan menujukkan ukuran bulan yang tampak lebih besar hingga 14 persen dari biasannya.

Fenomena Supermoon biasa terjadi hingga 6 kali dalam setahun.

4. Tak akan ada bencana alam

Peristiwa Supermoon ini tidak akan menyebabkan terjadinya bencana alam di Bumi.

Dikutip dari Bobo.Grid.ID, saat Bulan berada dalam fase baru dan purnama, memang hal ini berdampak pada pasang-surut air laut.

Supermoon juga memang membuat air laut menjadi naik sekitar 5 sentimeter karena adanya tarikan gravitasi yang lebih besar daripada biasanya.

Namun, peristiwa ini tidak akan membuat manusia di Bumi mengalami bencana alam.

Jadi, tidak perlu takut ada Supermoon, ya.

Justru dengan adanya Supermoon, kita bisa mengamati Bulan lebih jelas lagi, terutama kalau kita menggunakan teleskop.

5. Hal yang harus diperhatikan saat ingin menyaksikan Supermoon

Bagi yang ingin melihat Supermoon, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini:

- Cuaca

Cuaca merupakan faktor pendukung dalam pengamatan Supermoon.

Tak hanya Supermoon, fenomena langit lainnya juga tak akan bisa dinikmati jika cuaca tak mendukung.

Sehingga diperlukan cuaca yang cerah untuk dapat mengamati fenomena ini.

- Tempat

Fenomena Supermoon merupakan fenomenan dimana bulan akan lebih besar dan terang dari biasanya.

Maka pilihlah tempat yang lebih gelap untuk mengamati fenomenan ini.

Pasalnya, cahaya terang akan menghambat proses pengamatan.

- Posisi bulan

Dilansir dari The Independent, pengamat juga perlu memperhatikan posisi bulan.

Posisisbulan terhadap horison atau cakrawala yakni garis semu antara permukaan bumi dan langit.

Pengamatan lebih baik dilakukan saat Supermoon dengan horizon alias saat mendekati terbit akan tenggelam.

Pasalnya, hal itu akan membuat bulan tampak lebih besar.

- Tempat yang lapang

Untuk mengamati fenomena Supermoon perlu memiliki tempat yang lapang.

Usahakan jangan memilih tempat yang dikelilingi oleh gedung bertingkat.

Pasalnya, hal itu akan menganggu pengamatan fenomena ini.

Sementara itu, untuk fenomena Supermoon di wilayah Indonesia tanggal 19 Februari nanti, kita tunggu informasi resminya

Malam Ini Super Snow Moon

Malam ini, fenomena Super Snow Moon akan terjadi, pada Selasa (19/2/2019).

Fenomena Super Snow Moon akan terlihat sepanjang malam di langit seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Super Snow Moon kali ini, akan menjadi supermoon paling terbesar dan terang tahun ini.

Super Snow Moon berada pada jarak terdekatnya dengan perigee (titik terdekat Bulan ke Bumi dalam orbit) yaitu 356.761 kilometer.

Walaupun dapat diamati sepanjang malam, tetapi waktu terbaik menikmati Super Snow Moon adalah setelah Matahari terbenam.

Ukuran bulan itu tampak lebih besar dari biasanya dikarenakan di berada di titik yang lebih dekat dengan orbitnya ke Bumi.

Namun, bisa membandingkan ukuran bulan tersebut jika mengamati dengan teropong, dan bisa diamati tanpa alat bantu atau dengan mata telanjang.

Dilansir boldskycom, nama "Super Snow Moon" menurut NASA, diberikan pada bulan purnama kedua musim dingin oleh suku-suku asli Amerika di Amerika Serikat.

Selain itu, itu disebut bulan salju karena terjadi saat hujan salju tahun ini.

Puncak Super Snow Moon adalah Selasa, 19 Februari 2019 pukul 10.54 pagi EST (Eastern Standard Time).

Bagi travelers yang tak bisa menyaksikan fenomena ini, bisa menunggu Supermoon berikutnya.

NASA mengungkapkan bahwa Supermoon berikutnya akan terjadi pada 20 Maret 2019.

Namun, Supermoon Februari adalah satu Supremesi terbesar tahun ini.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved