Jumat, 5 Juni 2026

Rocky Gerung : Makan Pisang Goreng dan Kopinya Enak Betul!

Rocky Gerung mengaku menyukai kopi yang diberikan petugas saat dirinya berada di Ditrekrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019).

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengamat Politik, Rocky Gerung berjalan sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah langit biru, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU ---  Rocky Gerung mengaku menyukai kopi yang diberikan petugas saat dirinya berada di Ditrekrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019).

Saat itu, dosen filsafat tersebut memberikan klarifikasi atas kasus pelaporan yang ditujukan kepadanya selama 4,5 jam dari pukul 16.00-20.40 WIB.

"Tadi ngobrol juga, sambil makan pisang goreng, dan kopinya enak betul itu," kata Rocky Gerung usai memberikan klarifikasi ke penyidik di Mapolda Metro, Jumat malam.

Rocky Gerung diperiksa terkait dugaan penodaan agama karena pernyataannya di acara televisi yang menyebutkan bahwa kitab suci adalah fiksi.

Dia menilai, pelapor yang mempolisikan dirinya karena pernyataannya membutuhkan forum percakapan akademis agar tidak gagal paham atas makna pernyataannya.

"Mungkin beliau membutuhkan percakapan akademis tapi nggak punya forum. Nggak tahu ada imajinasi dari mana, tiba-tiba melaporkan kasus yang sudah satu tahun," katanya.

"Atau mungkin ada suara dari belakang baliho partai, nggak ngerti juga," ucapnya lagi.

Rocky Gerung Nilai Pelapor Dirinya Terkait Kitab Suci adalah Fiksi Butuh Forum Dialog Akademis

Menurut dia,  gagal pahamnya pelapor membuat pelapor membabi buta dan memolisikan dirinya.

Dia mengatakan, ada dua hal substansi dalam klarifikasi tersebut ke penyidik.

"Saya diperiksa, intinya adalah mencari klarifikasi tentang istilah fiksi. Rupanya pelapor gagal paham membedakan antara fiksi dan fiktif," ucapnya.

Rocky Gerung menyatakan bahwa dirinya sudah berulang-ulang menjelaskan tentang fisik  adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.

"Dan itu penting dan baik. Beda dengan fiktif yang cenderung mengada-ada. Jadi itu intinya," ucap Rocky Gerung.

Rocky menjelaskan, memakai  kata fiksi  karena dirinya peneliti dan pengajar sehingga memaknai kata fiksi termasuk kata kitab suci sebagai konsep.

"Dan itu konteksnya adalah untuk mengajarkan dengan metodologi yang disebut Silogisme Eskatologik," ucapnya.

"Jadi ini suatu kasus yang sebenarnya disidangkan di ruang seminar, bukan dilaporkan oleh yang bersangkutan itu."

Rocky Gerung Tak Tahu Kejelasan Kasusnya Usai Klarifikasi Kitab Suci Apakah Berlanjut atau Distop

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved