Wilayah Kalideres Tertinggi dalam Peningkatan Kasus DBD 2019
Di awal tahun 2019, ada tiga wilayah di Jakarta Barat yang paling menonjol yaitu wilayah Kalideres, Cengkareng, dan Kembangan.
Penulis: Joko Supriyanto |
"Kami berupaya menanggulangi ini, yang pertama yaitu membentuk dalam satu rumah itu ada jumantik. Karena untuk menanggulangi itu kita harus bersama-sama dengan masyarakat, jadi setiap rumah itu ada jumantiknya," kata Nita.
Selain itu, pihaknya mengaku setiap hari Jumat juga digelar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Di mana menjangkau setiap titik-titik lokasi yang dinilai sulit dengan pengerahan petugas.
"Ada juga yaitu menaburkan abate ketempat penampungan air yang sulit kita untuk mengurasnya, jadi kita taburkan satu sendok bubuk, nanti di taburkan disana yang berdurasi selama 3 bulan," ujarnya.
Menurut, Nita yang paling efektif yaitu penerapan Menguras, Menutup dan Mendaur Ulang (3M) Plus setiap seminggu sekali karena dengan langkah itu dipastikan perkembang biakan nyamuk tidak akan terjadi.
Terlebih, masyarakat dapat memanfaatkan ikan cupang sebagai pemberantas jentik nyamuk.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku, yaitu demi 3M plus, karena itu yang paling efektif. Disamping itu teman puskesmas juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20190129sejumlah-pasien-dbd-sempat-dirawat-di-selasar.jpg)