Wilayah Kalideres Tertinggi dalam Peningkatan Kasus DBD 2019

Di awal tahun 2019, ada tiga wilayah di Jakarta Barat yang paling menonjol yaitu wilayah Kalideres, Cengkareng, dan Kembangan.

Wilayah Kalideres Tertinggi dalam Peningkatan Kasus DBD 2019
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
ILustrasi. Penanganan korban DBD. 

Sejumlah kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di DKI Jakarta beberapa pekan ini terus mengalami peningkatan, tak terkecuali wilayah Jakarta Barat.

Pada tahun 2019 ini, Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah yang paling menonjol kasus DBD ini.

Dari data yang diperoleh, awal tahun 2019, ada tiga wilayah di Jakarta Barat yang paling menonjol yaitu wilayah Kalideres, Cengkareng, dan Kembangan.

Dengan rasio kejadian tertinggi berada di wilayah Kalideres dengan rasio 16.94 per 100.000 penduduk.

Kepala seksi Pencengahan dan pengendalian Penyakit (P2P) Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Nita, mengatakan hasil penyelidikan empidemiologi (PE) per 1 Januari hingga 27 Januari 2019 terdapat sebanyak 153 kasus.

"Yang paling menonjol berdasarkan hasil penyelidikan empidemiologi (PE) positif wilayah Kalideres sebanyak 32 kasus, Cengkareng 17 kasus, disusul Kembangan 10 kasus," kata Nita saat dikonfirmasi, Selasa (29/1/2019).

Sementara itu, wilayah Palmerah, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Tambora, Taman Sari masih menjadi kawasan terendah terjadinya DBD.

Sedangkan hasil penyelidikan empidemiologi (PE) negatif total seluruhnya berjumlah 85 kasus.

Diungkapkan Nita, jika dibandikan pada tahun 2018, kasus DBD lebih rendah dimana wilayah cengkareng hanya terjadi 18 Kasus, Kebon Jeruk 11 kasus dan Kecamatan Grogol Petamburan yang hanya terjadi 14 kasus.

Peningkatan DBD justru berbadingkan terbalik pada Kecamatan Kalideres pada tahun 2018. Dimana rasio kejadian sangat kecil dan hanya 3 kasus.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved