Tak Tahan Dengar Jeritan Tangis, Pengasuh Ini Sumpal Mulut Bayi Pakai Botol Susu Hingga Tewas

Tak tahan mendengar tangisan Mutya, pembantu rumah tangga (PRT) sekaligus pengasuh itu tega menyumpal mulut bayi dengan botol susu.

Tak Tahan Dengar Jeritan Tangis, Pengasuh Ini Sumpal Mulut Bayi Pakai Botol Susu Hingga Tewas
Warta Kota/Gopis Simatupang
Romlah mengenakan baju tahanan di Polresta Depok, Selasa (29/1/2019). Romlah merupakan pembantu rumah tangga (PRT) sekaligus pengasuh yang tega menyumpal mulut bayi majikannya dengan botol susu sampai tewas. (Warta Kota/Gopis Simatupang) 

Cara Romlah (66), menenangkan Mutya Azzahra (sebelumnya disebut Mutia), bayi berusia tiga bulan, tergolong sadis.

Karena tak tahan mendengar tangisan Mutya, pembantu rumah tangga (PRT) sekaligus pengasuh itu tega menyumpal mulut bayi dari pasangan Slamet dan Retno Yulianingsih dengan botol susu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok, Komisaris Deddy Kurniawan pun angkat bicara.

Deddy menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan, motif Romlah menganiaya korban adalah karena tidak tahan dengan jeritan tangisan bayi malang itu.

KPAI Larang Sekolah Hukum Anak

Ada 90 Pasien Positif DBD, Pemerintah Kota Tangerang Selatan Klaim Lakukan Fogging di 60 Titik

"Tersangka ini merasa kesal karena bayi yang diasuh sering rewel, sehingga mulut bayi disumpal dengan botor susu dot sehingga nafasnya tersumbat," ungkap Deddy di Polresta Depok, Selasa (29/1/2019).

Dia mengungkapkan, sebelum disumpal dengan botol susu dot, Romlah yang baru bekerja menjadi PRT sekaligus pengasuh sempat mencubit sekujur tubuh Mutya hingga luka lebam.

Dari tersangka polisi menyita barang bukti selimut bayi bernoda darah dan botol susu dot milik korban.

"Hasil otopsi sementara diketahui ada lebam di pipi, langit-langit ujung mulut, bibir," bilangnya.

Ada 37 Kasus DBD di Jakarta Utara, Ini yang Dilakukan Pemerintah

RSUD Tarakan Klaim Belum Ada Lonjakan Signifikan Pasien DBD yang Dirawat

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Romlah diganjar pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, juncto pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Wanita tua yang diamankan warga saat ingin membawa jasad Mutya ke kawasan Tomang, Jakarta Barat, itu terancam mendekam dalam penjara selama belasan tahun.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved