Rabu, 15 April 2026

Tahun Kelulusan Jokowi Bikin Heboh, Ini Penjelasan Sekolah

Tahun kelulusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari SMA ramai diperdebatkan di media sosial.

Editor: Ahmad Sabran
Kompas.com
Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto menunjukkan SK berdirinya SMPP dan berubah nama menjadi SMAN 6 Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019).(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI) 

Tahun kelulusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ramai diperdebatkan di media sosial.

Perdebatan tersebut berawal dari kicauan pemilik akun Twitter @IreneViena. Pemilik akun bahkan mengaku rela mati bila benar Jokowi merupakan lulusan SMA Negeri 6 Surakarta antara tahun 1977 sampai 1982.

Karena menurut dia, SMAN 6 Surakarta baru berdiri pada tahun 1986.

Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto kepada Kompas.com, Rabu (16/1/2019)  menjelaskan, sekolah itu dahulunya bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).

Sekolah didirikan pada 26 November 1975 pada era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Syarief Thayeb.

Pendirian SMPP sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 025b/0/1975 tentang Pembukaan Beberapa Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan di Provinsi Tingkat I Jawa Tengah.

Selain di Solo, lanjut Agung, dalam SK Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pembukaan SMPP juga dilakukan di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purwodadi.

"Kemudian sekolah (SMPP) menerima murid angkatan pertama baru tahun 1976. Angkatan pertama itu, termasuk di dalamnya Pak Jokowi," kata Agung.

Seiring perkembangan waktu, pada tahun 1985, SMPP berubah nama menjadi Sekolah Menengah Utama Tingkat Atas dan kemudian berubah menjadi SMAN 6 Surakarta sampai sekarang.

Perubahan nama sesuai dengan surat keputusan Meneteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0353/0/1985.

"Pak Jokowi lulus tahun 1980. Maka logis kalau ijazahnya Pak Jokowi bunyinya tidak SMAN 6 Surakarta. Ijazahnya Pak Jokowi masih SMPP," ungkap Agung.

Rekam Jejak Jokowi

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir ingin pemilihan presiden 2019 disertai dengan adu gagasan dan rekam jejak dalam kontestasi Pilpres 2019.

Seperti dilansir Tribunnews Erick menerangkan, untuk itu publik dapat menelisik rekam jejak setiap pasangan calon untuk menjadi pemimpin.

Dia pun mengklaim Jokowi, lebih baik ketimbang calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved