Kamis, 11 Juni 2026

Tahun Kelulusan Jokowi Bikin Heboh, Ini Penjelasan Sekolah

Tahun kelulusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari SMA ramai diperdebatkan di media sosial.

Tayang:
Editor: Ahmad Sabran
Kompas.com
Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto menunjukkan SK berdirinya SMPP dan berubah nama menjadi SMAN 6 Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019).(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI) 

"Kalau bicara track record gampang lah. Perbandingkan track record pak Jokowi dan capres lain di google," ujar Erick di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

"Dilihat dari yang cerita - cerita dulu, dimulai dari 1998, 1996 coba. Kelihatan, itu fakta," kata Erick.

Erick mengaku cukup mengenal Jokowi sebagai figur pemimpin yang serius membangun Indonesia.

Jokowi, ucap Erick, tokoh yang karirnya dimulai dari kota kecil kemudian punya mimpi besar membangun daerah secara merata.

"Itu yang harus kita apresiasi. Masa orang daerah tidak boleh bangun indonesia, masa kita Jakarta sentris terus. Kita itu Indonesia, tidak fair kalau penduduk di Papua, pendapatanya tidak sebesar penduduk di Indonesia tapi bayar bensinya lebih mahal. Tidak fair, bagaimana pendidikan di kalimantan, kalah bagus dengan Jawa," ujarnya.

Erick menjelaskan, agenda Nawacita yang saat ini berjalan akan terus ditingkatkan. Jika empat tahun belakangan, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla fokus di bidang infrastruktur.

Ke depan, ia meyakini, Nawacita Jilid II akan terkonsentrasi pada pembangunan manusia.

"Itu kenapa di nawacita II kita akan terus tingkatkan. Itu yang dijanjikan beliau, dan itu saya yakini," ujarnya.

Amin Rais Akan Jadikan Jokowi Seperti Bebek Lumpuh

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais optimistis jika penyelenggaraan pemilu tidak dinodai kecurangan, maka Prabowo Subianto akan memenangkan Pilpres 2019.

“Insyaallah dengan doa dan usaha kita, pada magrib 17 April 2019 kita akan adakan syukuran, dan Prabowo-Sandi akan dilantik 20 Oktober 2019,” ucapnya, dalam diskusi 'Refleksi Malari, Ganti Nakhoda Negeri?” yang digelar Seknas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

“Selama rentang waktu 17 April sampai 20 Oktober 2019 itu, kita jadikan Pak Joko Widodo seperti bebek lumpuh, karena sudah pasti kalah dan jangan berbuat macam-macam yang bisa rugikan pemerintahan selanjutnya,” sambung Amien Rais.

Sebelumnya, mantan Ketua MPR itu mengancam Komisi Pemilihan Umum (KPU), jika lembaga penyelenggara pemilu itu terbukti melakukan kecurangan.

Amien Rais menegaskan dirinya akan mendorong gerakan massa bersama untuk menggempur KPU, jika nantinya terbukti ada kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu.

“Awas, KPU jangan sampai berbuat kecurangan. Kalau memang terbukti kita akan turun bersama-sama menggempur KPU,” katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved