Kolom Anwar Hudijono
Pemuda Muhammadiyah dalam Prosesor Cyber Drone
DI TENGAH-tengah muktamarnya, Pemuda Muhammadiyah (PM) dituduh melakukan korupsi dana Kemah Pemuda Islam Kemenpora tahun 2017.
SEMAKIN GELAP
PM hendaknya mengikuti anjuran Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqaddas, ikuti saja proses hukum. Dan aparat hukum harus bertindak adil. Titik tekannya hukum untuk mendapatkan keadilan dan kebaikan meskipun di tahun politik hal itu seperti mencari seserpih selilit di tengah gigi buaya.
Sembari mengikuti proses hukum, PM harus kembali kepada pijakan dasar yang tak bisa goyah yaitu Quran dan sunah. Mintalah solusi kepada Al Quran dan Sunah.
Sebab sekarang ini ada kecenderungan mengaku tokoh muslim, organisasi Islam tetapi semakin jauh dari risalah Quran dan Sunah. Lebih mengandalkan kalkulasi teoritis-rasional, klenik irasional sehingga tanpa disadari masuk dalam konstruksi labirin yang panjang berliku dan semakin gelap. Sering merasa sudah selesai padahal sebenarnya masih dalam lorong lain yang masih dalam satu gugusan labirin.
Hendaknya PM meletakkan tuduhan ini pada bingkai ujian dari Allah. Quran surah Muluk ayat 2 menegaskan, "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." Ujian tidak hanya bersifat individual tetapi bisa sebuah lembaga, kelompok, komunitas, organisasi.
Apa mungkin ukhuwah Muhajirin dan Anshar di Madinah bisa kokoh jika tidak diuji kolusi Yahudi, kaum munafikin pimpinan Abdullah bin Ubai dan kaum penyembah berhala?
Apalah Rasulullah Muhammad bisa sangat kuat jika tidak diuji Abu Jahal, Abu Lahab dan kaum musyrikin Mekah? Apa Nabi Yusuf bisa tidak mengalami dimasukkan dalam sumur dan penjara?
Pedomannya jelas. Ketika dihimpit musibah (ujian) maka harus sabar dan shalat untuk mendapat pertolongan Allah. (QS Al Baqarah 153). Tetap sabar sambil mengikuti proses hukum.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan terapkan cara meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah, supaya kamu beruntung“.(QS Ali Imran 200). Istilah siaga di sini berkonteks mengikuti proses hukum).
Apalagi jika musibah itu merupakan perbuatan makar dari pihak lain, maka tidak ada jawaban yang lebih pas kecuali tawakal kepada Allah. Bagi mereka yang mengamalkan wirid Al Ma'tsurat, Wirid Latif pasti mafhum tentang dahsyatnya wirid: hasbiyallahu la ilaha illa huwa alaihi tawakkaltu wa huwa rabbbal 'arsyil adhim.
Justru ketika sudah tawakal, inilah Allah akan turun tangan langsung dengan kemahakuasannya dan kemahapemaksanya (al Qohhar al Aljabbar). Wamakaru wamakarallah. Wallahu khoirul makirin. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu saya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya (QS Ali Imran 54).
LEBIH KERAS
Jika sudah bertekad untuk menyerahkan urusan ini kepada Allah, maka kuncinya adalah hati yang bersih, sabar dan ikhlas. Harus ikhlas bahwa semua ini terjadi atas ijin Allah. Hilangkan perasaan jengkel, kesal dan bete.
Hindari menuduh polisi telah menjadi alat politik. Jangan katakan polisi telah merekayasa kasus untuk kepentingan di luar hukum.
Jangan menganggap polisi berbuat tidak adil. Mulailah membangun persepsi bahwa polisi berusaha menegakkan hukum dengan seadilnya dan sebenarnya.