Seleksi CPNS 2018
Ternyata Ada Rumus Jokowi Dibalik Gugur Massal di SKD CPNS 2018
Dibalik Gugur Massal SKD CPNS 2018 Ternyata Ada Soal yang Mesti Diselesaikan Pakai Rumus Jokowi. Nah simak dah rumus Jokowi ini.
Bima Haria Wibisana mengatakan, solusi sistem ranking itu diterapkan karena dikhawatirkan banyak formasi yang kosong akibat banyaknya peserta CPNS 2018 yang tidak lolos passing grade SKD.
Khususnya untuk posisi guru dan tenaga kesehatan yang sekarang banyak dibutuhkan.
Bima juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak mau menurunkan passing grade.
Alasannya, penurunan passing grade dikhawatirkan akan merekrut Apartur Sipil Negara (ASN) yang tidak berkualitas.
"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana. Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan," kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana melansir dari Kompas.com (16/11/2018).
"Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak - anak. Kan lebih baik ada gurunya dari pada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," tambahnya saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).
"Caranya bagaimana, kalau diturunkan passing grade, kan dapatnya PNS yang elek - elek (jelek - jelek). Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas. Apakah kita mau anak - anak kita diajar oleh guru - guru yang tidak berkualitas. Nggak mau, siapa yang mau. Jadi harus bagus."
"Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan. Tapi anak - anak (peserta) tes ini yang passing gradenya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali."
"Kemudian kita lakukan perankingan di sana. Yang jumlahnya tinggi - tinggi ini berapa orang sih, untuk mengisi formasi - formasi yang kosong itu. Itu kan tidak mengurangi passing grade. Artinya kita tidak menurunkan kualitas PNS-nya gitu," ungkapnya.
Rumus Jokowi
Ternyata dibalik gugur massal di SKD CPNS 2018 terdapat soal-soal yang mesti dikerjakan dengan rumus Jokowi.
Soal-soal yang mesti dikerjakan dengan rumus Jokowi adalah beberapa soal tes intelegensi umum (TIU).
Bahkan nantinya instansi yang SKBnya berupa tes potensi akademik (TPA) juga pasti akan berhadapan dengan soal-soal yang mesti dikerjakan dengan rumus Jokowi.
Baca: Fahri Hamzah: Jokowi Ucapkan Sontoloyo dan Genderuwo karena Tidak Ditantang Pakai Konten
Baca: Baiq Nuril Maknun dan Anaknya Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi, Hotman Paris Diminta Turun Tangan
Berdasarkan channel youtube 'Paman APIQ' yang memfokuskan kontennya untuk mengajari para pelamar CPNS, SBMPTN, dan lainnya untuk belajar matematika dengan cara yang mudah dan cepat.
Paman APIQ mengajari bahwa untuk menyelesaikan soal matematika mengenai jarak, kecepatan, dan waktu haruslah dikerjakan dengan rumus Jokowi agar lebih mudah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/skd-cpn-2018.jpg)