Kesehatan Mental
Menangis Sekali Seminggu Dapat Meredakan Stres dan Mengundang Kebahagian
Menangis dapat merangsang aktivitas saraf parasimpatis, yang memperlambat denyut jantung yang dapat memiliki efek menenangkan pikiran.
Apa rahasia untuk hidup bebas dari sakit kepala menegangkan dan stres berkepanjangan?
Anda mungkin melakukan banyak hal untuk mengatasinya seperti tertawa, tidur, atau secangkir kopi panas.
Cara lainnya seperti yang diungkapkan salah satu akademisi Jepang bahwa untuk menghilangkan stres dengan cara meneteskan air mata.
Mantan guru sekolah menengah, Hidefumi Yoshida, menyebut dirinya sebagai "guru air mata".
Baca: Pimpin Lagu Indonesia Raya di Pembukaan Asian Games, Tulus Mengaku Menangis
Hidefumi Yoshida menyelenggarakan lokakarya dan ceramah rutin di seluruh Jepang untuk mendidik orang tentang manfaat psikologis dari menangis.
"Tindakan menangis lebih efektif daripada tertawa atau tidur dalam mengurangi stres," kata peneliti berusia 43 tahun kepada Japan Times.
Yoshida menjelaskan bahwa mendengarkan musik yang bersifat emotif, menonton film sedih dan membaca buku yang bisa menguras air mata dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental Anda.
Selain itu, menangis dapat merangsang aktivitas saraf parasimpatis, yang memperlambat denyut jantung yang dapat memiliki efek menenangkan pikiran.
"Jika Anda menangis seminggu sekali, Anda bisa menjalani hidup bebas stres," kata Yoshida.
Baca: Lihat Hasil Hitung Cepat, Ridwan Kamil Sujud Syukur dan Menangis
Pada tahun 2014, Yoshida bekerja sama dengan Hideho Arita, seorang profesor di Fakultas Kedokteran di Toho University di Tokyo.
Mereka meluncurkan serangkaian ceramah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan manfaat tangisan.
Sejak saat itu, Yoshida dibanjiri permintaan dari sekolah dan perusahaan untuk menyelenggarakan lokakarya dan kegiatan lain tentang menangis.
Pada September 2018, Yoshida menyelenggarakan ceramah di Sekolah Tinggi Osaka di Kota Daito, Jepang.
Dalam ceramah tersebut, Yoshida mengajak 79 siswa remaja menonton film. Dia berharap, para siswa tersebut dapat mengucurkan air mata.
Kemudian, para siswa itu diminta untuk menulis esai tentang bagaimana pengalaman mereka.
Baca: Mohamed Salah Cedera Bahu, Ia Keluar Lapangan Sambil Menangis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/crying_20181031_090527.jpg)