Jumat, 17 April 2026

Kisah Mencengangkan Manusia Bertahan Hidup 49 Hari dengan 5 Cara Simak Nomor 2

Amar Faisal yang pernah 24 jam terombang-ambing di laut lepas hingga perbatasan Samudera Ostrali.

BBC/EPA
Kisah menakjubkan manusia hanyut puluhan hari di laut lepas yang sangat ganas. 

Aldi ditemukan di perairan dekat pulau Guam.

2. Naungan

Salah satu hal yang membantu Aldi bertahan hidup ialah rompong yang ditumpanginya dilengkapi atap.

Naungan (shelter) sangat penting untuk melindungi tubuh dari teriknya sinar matahari di tengah laut.

"Kenapa harus terlindung dari sinar matahari? Ya minimal (supaya) tidak ada penguapan, tidak ada air yang keluar dari dalam tubuh," kata Johan.

Dalam kondisi kekurangan air, kebutuhan untuk menurunkan suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat akan menambah stres pada fisiologi kita.

Semakin lama kita bisa menyimpan air di dalam tubuh, maka kemungkinan untuk bertahan hidup pun semakin besar.

Tapi, bagaimana jika tidak ada naungan?

"Apabila tidak ada shelter atau tempat berlindung, minimal badan harus selalu basah. Itu akan mengurangi penguapan dari tubuh," imbuh Johan.

3. Kenali bahaya dan letak pulau terdekat

Saat terjebak di tengah laut, kita perlu mengenali hewan apa yang bisa mengancam hidup kita. Di perairan dalam, bahaya terbesar biasanya berupa ikan hiu.

Aldi juga dilaporkan berpapasan dengan ikan pemakan daging itu.

"Saya hanya bisa berdoa dan ikan hiu itu pergi," katanya, seperti dilaporkan surat kabar Tribun Manado.

Para penyelam di perairan dalam biasanya melumuri badan mereka dengan cairan pengusir hiu (shark repellent), kata Johan.

Tapi jika itu tidak tersedia, ketika Anda bertemu hiu diam dan tetap tenang, sambil mengamati gerakan si hiu.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved