Sabtu, 18 April 2026

Kisah Mencengangkan Manusia Bertahan Hidup 49 Hari dengan 5 Cara Simak Nomor 2

Amar Faisal yang pernah 24 jam terombang-ambing di laut lepas hingga perbatasan Samudera Ostrali.

BBC/EPA
Kisah menakjubkan manusia hanyut puluhan hari di laut lepas yang sangat ganas. 

"Jangan sampai kita melakukan gerakan, seolah-olah gerakan ini mengancam si hiu itu," kata Johan.

4. Tetap tenang

"Biasanya, orang tenggelam itu karena tidak bisa menguasai diri. Bisa jadi karena dia panik, stres, kelelahan, atau tidak punya harapan untuk hidup," ungkap Johan.

Karena itu, penting untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru.

Carilah pelampung atau peralatan lain yang bisa digunakan untuk bersandar atau mengaitkan badan.

Cara untuk mengatasi panik, menurut Johan, adalah dengan mengingat bahwa pada dasarnya setiap manusia yang dilempar ke air laut akan terapung.

"Itulah yang harus kita jaga. Tetap kuasai, tetap kita timbul ke permukaan dengan kita melihat ke atas dan biarkan saja kaki terbuka, terus tangan mengembang. Kalau kita bisa tidur, kita bisa tiduran. Kalau kita tidak bisa tidur, minimal dari leher ke atas itu tetap timbul di permukaan," kata Johan.

Hal yang tidak kalah penting ialah mengetahui letak pelampung badan, sekoci, dan pintu keluar ketika naik ke kapal.

5. Cari bantuan

Idealnya, setiap kapal dilengkapi pistol flare atau peralatan komunikasi lainnya yang bisa Anda gunakan untuk mencari pertolongan.

Jika tidak ada, Anda bisa menggunakan bintang sebagai panduan arah.

Kalau Anda tidak hafal rasi bintang, setidaknya Anda bisa menentukan arah dengan menggunakan matahari.

"Kalau matahari tenggelam di sebelah kiri kita, berarti arah depan kita adalah utara," kata Johan.

Tautan asal

Sementara itu, Amar Faisal yang pernah 24 jam terombang-ambing di laut lepas hingga perbatasan Samudera Ostrali, menjelaskan, kisah yang dialami pemuda tersebut sangat langka.

"Saya pernah terombang-ambing di laut yang kelihatan tenang dari pantai, tapi saat di lautan, ombak demikian ganas, saya hanya sehari semalam sudah seperti hidup dan mati rasanya," katanya.

Amar menyatakan, tidak terbayangkan kalau lebih dari 24 jam di laut lepas.

"Tentu saja kisah pemuda itu pengecualian," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved