Rabu, 22 April 2026

Batik untuk Generasi Muda, Motif Peranakan Permainan Warna Cerah

Batik dengan motif peranakan dengan permainan warna cerah, menjadi pilihan Vivi Setiawan dalam menghadirkan karya fesyen terbaiknya.

Penulis: Vini Rizki Amelia |
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Vivi Setiawan pemilik Savi Batik. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Mengambil motif peranakan dengan permainan warna cerah, menjadi pilihan Vivi Setiawan dalam menghadirkan karya fesyen terbaiknya.

Pemilik merek Savi Batik ini mencoba memutar ide dalam menghadirkan busana agar dilirik oleh kalangan muda untuk menjadikan batik sebagai busana sehari-hari.

"Saya berharap anak muda mau mencintai dan mau memakai batik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu saya coba desain batik dengan gaya modern dari sisi motif dan warnanya," kata Vivi kepada Warta Kota beberapa waktu lalu.

Baca: Warga Tangerang Dapat Belajar Membatik di Kampung Batik Kembang Mayang

Vivi juga mengedepankan desain rancangan yang sederhana, baik untuk di kantor maupun jalan-jalan.

"Potongannya juga beragam, ada yang body fit dan loose fit. Ada atasan, luaran, celana panjang, dan pendek," kata lulusan Fashion Design tahun 2015 ini.

Savi Batik selama ini kerap mengadaptasi batik khas Pekalongan, Solo, Yogyakarta, dan Cirebon.

"Untuk motifnya saya enggak produksi sendiri tetapi kerja sama dengan perajin. Motifnya juga simpel seperti daun-daunan, bunga, ada juga garis-garis. Jadi, memang (motifnya) enggak berat," papar Vivi.

Baca: Lezatnya Brownies Motif Batik Asli Yogyakarta, Ada Corak Kawung Parang Sidomukti dan Sekar Jagat

Meski menghindari motif berat seperti pada batik-batik tradisional lainnya, Savi Batik tetap menghadirkan motif khas batik Solo, yakni motif parang.

"Ada (motif) parang tetapi kami kombinasikan ke modern melalui permainan warna dan rancangannya biar anak muda juga melihatnya tidak terlalu kuno banget," tutur Vivi.

Beragam detail dipadukan bersama bawahan yang juga bisa dijadikan satu dengan celana maupun rok.

Aneka model batik karya Savi Batik
Aneka model batik karya Savi Batik (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

Ruffle (kerutan) di bagian kaki, pinggang, dan tangan dihadirkan Savi Batik untuk menarik minat para konsumen muda.

"Lengannya juga ada yang tanpa lengan dan lengan dengan panjang tiga perempat karena memang kami enggak ada yang lengan panjang. Potongan lehernya juga beragam, ada V dan bulat," ujar Vivi.

Dalam keikutsertaannya di bazar Darpa Nagari III, Savi Batik hadirkan peragaan busana untuk kalangan muda hingga orang tua dengan tampilan desain yang formal.

Baca: Inilah Cerita Dibalik Medali Asian Games yang Terinspirasi dari Keindahan Batik Indonesia

Di antaranya ragam atasan bergaya tumpuk yang menjadikan kebaya sebagai luaran atau vest berpadu dalaman bercorak polos berbahan satin dengan ibu-ibu dari Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) sebagai modelnya.

"Untuk atasannya kami pakai bahan brokat yang kami bordir lagi dengan motif sendiri yakni motif bunga-bunga besar dan burung. Kami beli brokat polos lalu kami bordir dengan motif yang kami mau," tutur Vivi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved