Sabtu, 9 Mei 2026

Yayasan Nangnung Peduli Babel : Peduli Lingkungan, Manfaatkan Areal Bekas Tambang

Ide lahirnya YNPB pasca para alumni SD Nangnung UPTB angkatan 1981 itu menggelar acara reuni pada 25 Desember 2017.

Tayang:
Penulis: Ign Agung Nugroho |
ISTIMEWA
Bermula dari wadah silaturahmi teman-teman semasa sekolah, kini Yayasan Nangnung Peduli Babel (YNPB) berkembang dan punya misi peduli lingkungan dan masyarakat sekitar. 

BERMULA dari wadah silaturahmi teman-teman semasa sekolah, kini Yayasan Nangnung Peduli Babel (YNPB) berkembang dan punya misi peduli lingkungan dan masyarakat sekitar.

YNPB adalah sebuah yayasan yang dibentuk oleh Alumni SD Unit Penambangan Timah Bangka (UPTB) Nangnung, Sungailiat, Bangka-Belitung (Babel), angkatan 1981.

Ide lahirnya YNPB pasca para alumni SD Nangnung UPTB angkatan 1981 itu menggelar acara reuni pada 25 Desember 2017.

"Yayasan ini hadir tidak hanya sebagai wadah silaturahmi antar alumni SD Nangnung semata, akan tetapi lebih kepada gerakan moral untuk menyikapi berbagai hal yang ada di Bangka khususnya dan Babel umumnya," kata Indra Zuardi, Ketua Pembina YNPB kepada Warta Kota, Rabu (12/9/2018) lalu.

Menurut Indra, tujuan dibentuknya yayasan ini karena ada kepedulian dari alumni yang merupakan anak-anak mantan karyawan PT.Timah, terhadap lingkungan di Bangka.

Seperti apa yang ingin di realisasikan mereka? Andre Bande, Ketua Pengurus YNPB menjelaskan, yayasan ini diharapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat Babel untuk peduli terhadap lingkungan serta lebih jauh bisa memanfaatkan lahan lingkungan bekas tambang timah (kolong) yang selama ini dibiarkan terlantar selama bertahun-tahun.

Dia mencontohkan, di tempat itu mereka akan menggalakan budidaya ikan air payau, dan areal kolong rencananya akan dijadikan tempat wisata air, seperti kanoing atau bebek air. Sedangkan lokasi pinggiran kolong akan dijadikan kawasan kuliner khas Bangka. Sementara, areal hijau akan dijadikan mini zoo (kebun binatang mini) dan tempat bermain.

"Alhamdulillah, Pemprov Babel juga menyatakan dukungan yang besar dalam menyukseskan pelaksanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Sungailiat melalui sisi ekonomi kreatif. Hal ini sejalan dengan langkah yang ingin dilakuan yayasan," kata Andre.

Saat ini langkah nyata yang telah diwujudkan YNPB yakni, menggalakan kegiatan bersih-bersih, yakni kerja bakti sepanjang Jalan Timah Raya seminggu sekali setiap hari Jumat.

Kegiatan tersebut, mendapat apresiasi dari Gubernur Provinsi Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman saat bertepatan menghadiri acara Penandatanganan kerjasama Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Babel yang digelar di areal Jalan Timah Raya tersebut, pada 7 September 2018 lalu.

"Kegiatan bersih-bersih yang digagas Yayasan Nangnung Peduli Babel ini diharapkan bisa mewujudkan kawasan Jalan Timah Raya sebagai kawasan pendidikan dan wisata yang bersahabat," katanya.

Saat ini, anggota YNPB yang terdata dari angkatan 1981 ada 62 alumni. Para alumni tersebut, saat tidak sedikit juga berdomisili di luar Babel, antara lain di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dan juga Jawa Tengah.

"Walaupun yang menggagas yayasan ini angkatan 81, yayasan ini untuk semua angkatan lulusan dari SD UPTB Nangnung," kata Andre yang saat ini berdomisili di Semarang, Jawa Tengah.

Saat ini, interaksi anggota YNPB selain melalui WhatsApp (WA) Group, dan juga melalui Facebook dengan alamat Yayasan Nangnung Peduli Babel.

Sementara itu, sejumlah alumni yang berdomisili di Jabodetabek pun punya beragam pendapat dan niatnya untuk aktif di YNPB. Evi Erawati yang berdomisili Jakarta menuturkan, ia lahir hingga tamat SMA di Bangka merasa miris dengan perkembangan kampung halaman. Lewat yayasan ini dia ingin bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat Bangka.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved