Jumat, 1 Mei 2026

Koran Warta Kota

Medali Emas Defia Rosminar Dipersembahkan untuk Mendiang Sang Ayah

Defia Rosmaniar langsung bersujud usai diputuskan menjadi peraih medali emas di ajang Asian Games 2018

Tayang:
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Headline Koran Warta Kota edisi Senin, 20 Agustus 2018 

Ia pun melewatkan momen Idul Fitri tahun ini karena sibuk melakukan latihan. Sebelumnya, Defia juga mengaku terkadang harus membatalkan puasa.

"Kadang puasa, kadang enggak. Tergantung materi latihan waktu itu, kalau ringan aku puasa, kalau berat terpaksa enggak," tuturnya.

Hal itu dibenarkan sang pelatih, Manager Tim Taekwondo Indonesia Rahmi Kurnia.

Dia dan Defia terbang ke Korea Selatan pada tanggal 11 Maret 2018 untuk berlatih.

Tepat seminggu setelah tiba di Negeri Ginseng itu, Rahmi menerima kabar bahwa ayahanda Defia dipanggil Yang Maha Kuasa.

Namun karena ketatnya latihan yang dijalaninya, Defia terpaksa melewatkan momen melihat Ermanto untuk terakhir kalinya.

"Ayahnya meninggal Maret saat kami baru sampai Korea Selatan. Dia melewatkan proses pemakaman. Kami baru pulang ke Indonesia tanggal 20 April. Setelah mendatangi makam ayahnya, besoknya kami langsung berangkat lagi," kata Rahmi di Plenary Hall JCC, GBK, Jakarta Pusat, Minggu (19/8).

Defia sangat bersedih kala itu. Kemudian Rahmi mengatakan sesuatu kepada Defia sebagai bentuk motivasi.

"Saat pemakaman, yang saya katakan adalah 'Buat yang terbaik. Jadikan ayahmu bangga terhadap kamu. Semua sakit dan jerih payah akan terbayar. Biarkan indah pada waktunya, di podium kemenangan'," ucapnya.

Baca: Raih Emas, Menpora Janjikan Defia Dapat Bonus Rp 1,5 Miliar

Baca: Terungkap! Ini Dia Bocah Dalam Video Opening Ceremony Asian Games 2018 yang Ekspresinya Viral

Kemarin, sambil terisak, Defia mengungkapkan rasa terima kasih kepada mendiang ayahnya atas semua dukungan yang telah diberikan kepada dirinya.

"Terima kasih Ayah, sudah dukung Defi, (medali emas) ini untuk Ayah," katanya sambil menahan tangis.

Tidak menyangka

Defia mengatakan lawan terberat sebelum dirinya berhasil meraih emas adalah pada saat partai semifinal. Kala itu ia harus berhadapan dengan tunggal putri Korea Selatan, Yun Jihye.

Namun, dukungan dari orang nomor satu Indonesia, Presiden Jokowi, beserta suporter menaikkan kepercayaan dirinya sehingga ia bisa menaklukan Jihye dengan skor 8.520-8.400 poin.

"Enggak nyangka. Karena pas semi final lumayan deg-degan. Yang namanya pertandingan menang kalah itu pasti. Lawannya kan juga dari Korea Selatan. Jadi lawan terberat itu mereka karena taekwondo kan dari sana. Tapi ya sudahlah yang penting aku main berusaha yang terbaik. Setelah semifinal kepercayaan diri semakin meningkat," ungkap Defia.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved