PKS Belum Kompak, Fahri Hamzah Bikin Tagar #SavePKS
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyesal dengan strategi politik yang diambil Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Saat ditanya apakah rasa optimistis itu lantaran Demokrat merasa cukup berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung pasangan capres-cawapres, Syarief membenarkan.
"Iya," jawab Syarief saat ditanyai hal itu ketika dihubungi, Rabu (1/8/2018).
Di DPR, Demokrat memiliki 61 kursi (10,9 persen) dan Gerindra 73 kursi (13 persen) dengan total 134 kursi (23,9 persen).
Baca: Elly Sugigi Diduga Lakukan Penipuan Karena Penonton Bayaran
Baca: Prabowo Kembali Diserang Isu Pelanggaran HAM, Ahok Pernah Bilang Ini, Kata Politisi Demokrat
Baca: Cawapres Prabowo Subianto Mengerucut ke Ketua Majelis Syuro PKS, Uztaz Abdul Somad, dan AHY
Jumlah itu telah melewati syarat minimal ambang batas presidensial, yakni 112 kursi atau 20 persen.
Namun, Syarief meyakini hambatan koalisi dengan PKS dan PAN masih dapat diselesaikan melalui pertemuan-pertemuan selanjutnya.
"Mungkin besok ada lagi. Dalam satu malam juga bisa berubah," lanjut dia.
Syarief menanggapi pertemuan Pimpinan Gerindra dengan PAN dan PKS ihwal rencana membangun koalisi dengan Demokrat.
Syarief menyatakan, belum ada sikap legawa dari PAN dan PKS soal cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
"Ya pokoknya saya pikir belum banyak kemajuan. Kemajuan, yang dikatakan kemajuan itu kalau semuanya sepakat menyerahkan kepada Prabowo cawapresnya, tanpa tekanan. Semua serahkan kepada Prabowo siapa yang mau dipilih. Itu baru ada kemajuan," kata Syarief saat dihubungi, Rabu (1/8/2018)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/fahri_20180708_060822.jpg)