Pilpres 2019

Cawapres Prabowo Subianto Mengerucut ke Ketua Majelis Syuro PKS, Ustaz Abdul Somad, dan AHY

Menurut Fadli Zon, tiga nama yang mengerucut dan menjadi pembicaraan di dalam partai tersebut akan membuat Prabowo Subianto lebih mudah memutuskannya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meninggalkan RSPAD Gatot Soebroto didampingi Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jakarta, Rabu (18/7/2018). Kedatangan Prabowo untuk menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang dirawat. 

WAKIL Ketua Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, usul atau rekomendasi calon wakil presiden dari tiga parpol koalisi untuk mendampingi Prabowo Subianto, akan dipertimbangkan.

Ada tiga nama yang sudah mengerucut untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam pilpres tahun depan.

Dua di antaranya adalah hasil dari Ijtima Ulama yang menempatkan nama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Uztaz Abdul Somad sebagai cawapres Prabowo Subianto.

"Saya kira itu adalah rekomendasi yang sangat penting dari Ijtima Ulama," ujar Fadli Zon di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018).

Baca: Dituntut Dua Tahun Penjara, Warga Norwegia yang Didakwa Palsukan Tanda Tangan Keberatan

Selain dua nama tersebut, Fadli Zon juga mengonfirmasi bahwa Partai Demokrat juga mengusung satu nama, yakni Agus Harimurti Yudhoyono, meski SBY tidak menyebut nama.

"Komunikasi kami dengan Pak SBY atau Partai Demokrat juga menjadi pembicaraan penting. Dari sana, kita sudah lihat ada tiga calon untuk cawapres," tutur Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, tiga nama yang mengerucut dan menjadi pembicaraan di dalam partai tersebut akan membuat Prabowo Subianto lebih mudah memutuskannya.

Baca: Faisal Basri: Siapa Bilang Indonesia Sekarang Kaya?

Sebelumnya, ijtima ulama merekomendasikan Prabowo Subianto berpasangan dengan Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad di Pilpres 2019. Namun, Prabowo menegaskan rekomendasi itu merupakan saran.

Prabowo tidak menjawab dengan tegas apakah akan mewujudkan rekomendasi ijtima ulama, karena menurutnya semua akan dibicarakan lebih jauh. (Reza Deni)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved