Dituntut Dua Tahun Penjara, Warga Norwegia yang Didakwa Palsukan Tanda Tangan Keberatan

Sidang lanjutan kasus pemalsuan tanda tangan PT Bahari Lines Indonesia kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (30/7/2018).

Dituntut Dua Tahun Penjara, Warga Norwegia yang Didakwa Palsukan Tanda Tangan Keberatan
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Sidang kasus dugaan pemalsuan tanda tangan PT Bahari Lines Indonesia dengan terdakwa WNA Norwegia Morten Innhaug, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (30/7/2018). 

SIDANG lanjutan kasus pemalsuan tanda tangan PT Bahari Lines Indonesia kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (30/7/2018).

Sidang kali ini mengagendakan pembacaan pleidoi atau pembelaan dari terdakwa warga Norwegia, Morten Innhaug.

Kuasa hukum terdakwa, Vidi Elsa Syarief, mengatakan, tuntutan dua tahun penjara yang dikenakan kepada kliennya sangat memberatkan. Sebab, apa yang dituduhkan selama ini kepada Morten, tidak terbukti.

Baca: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Puji Jokowi Naikkan Jumlah THR

“Tuntutan jaksa selama peradilan tuntutan primer satu sudah tidak terbukti dan yang lainnya junto. Kita mempertanyakan kenapa masih ada tuntutan dua tahun penjara dari jaksa,” ujar Vidi.

Vidi menambahkan, dari hasil labkrim kepolisian, tidak dapat dibuktikan bahwa terdakwa telah memalsukan tanda tangan kepemilikan saham PT BLI. Vidi pun berharap majelis hakim bisa memberikan vonis bebas bagi kliennya.

Jaksa Penuntut Umum Rezki Diniarti enggan menyebutkan secara detail tuntutan dua tahun penjara kepada Morten. Rezki hanya mengatakan bahwa tuntutan itu merupakan pertimbangan dari Kejati DKI.

Baca: Jokowi: Jangan Sampai Kita Pecah Gara-gara Urusan Pesta Demokrasi Lima Tahun Sekali, Rugi Besar

“Datang ke Kejati kalau mau tahu itu (alasan), tanya humasnya, biar dia yang bicara,” katanya sambil berlalu.

Sidang yang mengagendakan pembacaan pleidoi dari terdakwa Morten Innhaug tersebut hanya berlangsung singkat, hingga akhirnya terpaksa ditunda.

Majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang pembacaan pleidoi, dan akan kembali dilanjutkan pada minggu depan karena ketidakhadiran penerjemah terdakwa dalam persidangan. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved