Selasa, 5 Mei 2026

PKS Belum Kompak, Fahri Hamzah Bikin Tagar #SavePKS

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyesal dengan strategi politik yang diambil Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tayang:
Kompas.com
Fahri Hamzah 

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fahri Hamzah menyesal dengan strategi politik yang diambil Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Lewat akun twitternya @fahrihamzah pada Kamis (2/8/2018), dirinya menilai PKS kini mundur dan tertutup.

Fahri mengibarat PKS layaknya partai tertinggal dan penuh misteri.

"Aku sedih membaca manuver2 PKS. Tak nampak lagi sebagai sebagai sebuah partai moderen dan terbuka. Makin nampak tertinggal dan penuh misteri di dalamnya. #SavePKS," tulisnya lewat akun twitternya @fahrihamzah pada Kamis (2/8/2018).

Kicauannya pun ditanggapi ramai masyarakat.

Dukungan dan cercaan dituliskan terkait keputusan PKS yang belum bergabung dengan koalisi Partai Gerindra-Demokrat jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.

"Jika PKS konsisten #2019GantiPresiden, publik tetap dukung. Jika tiba2 berubah gabung koalisi Jokowi, saya sangat yakin PKS akan ditinggal pemilihnya dan TAMAT! Rakyat ini sudah muak dikibuli para wakil rakyat yg mementingkan jabatan dan tdk peduli nasib negara dan rakyatnya!," tulis J Gondokusumo lewat akun @JulianttoG.

Akun @tamachelsea justru menganggap keputusan PKS layaknya keputusan sejumlah kader yang pergi.

Mereka meninggalkan PKS karena tidak diberikan kesempatan untuk menempati posisi strategis dalam pemerintahan.

"Sy meninggalkan PKS karna mereka mau dimanfaatkan dukungannya aja. Tapi kader2 terbaiknya gak pernah dikasih porsi tuk muncul. 2009 2014 bahkan 2019 sepertinya tidak," tulisnya

"Masa cuman cawapres aja gak dikasih. Padahal dibandingkan PAN dan Demokrat pks lah yg mesin partainya paling bekerja," tambahnya.

Baca: Ustadz Abdul Somad dan Habib Salim Saling Tunjuk Cawapres, Begini Kata Ketua DPP PKS

Baca: Fahri Hamzah Sebut Presiden Jokowi Penghalang Terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa

Baca: Fadli Nilai Isu Prabowo di Balik Penculikan Diulang Terus Hanya Ritual Kaset Rusak

Dikutip dari Kompas.com berjudul 'Tanpa PKS dan PAN, Demokrat Cukup Koalisi dengan Gerindra Hadapi Pilpres 2019' pada Rabu (1/8/2018), Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan partainya masih berupaya membangun koalisi bersama Gerindra, PAN, dan PKS dalam Pilpres 2019.

Namun, hingga kini hal itu masih terhambat keinginan PAN dan PKS soal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Padahal, kata Syarief, Demokrat sudah sejak awal menyarankan untuk menyerahkan penentuan cawapres kepada Prabowo

Namun, Syarief optimistis Demokrat tetap akan mendapat tiket untuk mengusung calon Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu 2019.

Saat ditanya apakah rasa optimistis itu lantaran Demokrat merasa cukup berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung pasangan capres-cawapres, Syarief membenarkan.

"Iya," jawab Syarief saat ditanyai hal itu ketika dihubungi, Rabu (1/8/2018).

Di DPR, Demokrat memiliki 61 kursi (10,9 persen) dan Gerindra 73 kursi (13 persen) dengan total 134 kursi (23,9 persen).

Baca: Elly Sugigi Diduga Lakukan Penipuan Karena Penonton Bayaran

Baca: Prabowo Kembali Diserang Isu Pelanggaran HAM, Ahok Pernah Bilang Ini, Kata Politisi Demokrat

Baca: Cawapres Prabowo Subianto Mengerucut ke Ketua Majelis Syuro PKS, Uztaz Abdul Somad, dan AHY

Jumlah itu telah melewati syarat minimal ambang batas presidensial, yakni 112 kursi atau 20 persen.

Namun, Syarief meyakini hambatan koalisi dengan PKS dan PAN masih dapat diselesaikan melalui pertemuan-pertemuan selanjutnya.

"Mungkin besok ada lagi. Dalam satu malam juga bisa berubah," lanjut dia.

Syarief menanggapi pertemuan Pimpinan Gerindra dengan PAN dan PKS ihwal rencana membangun koalisi dengan Demokrat.

Syarief menyatakan, belum ada sikap legawa dari PAN dan PKS soal cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Ya pokoknya saya pikir belum banyak kemajuan. Kemajuan, yang dikatakan kemajuan itu kalau semuanya sepakat menyerahkan kepada Prabowo cawapresnya, tanpa tekanan. Semua serahkan kepada Prabowo siapa yang mau dipilih. Itu baru ada kemajuan," kata Syarief saat dihubungi, Rabu (1/8/2018)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved