Pilpres 2019

Ustadz Abdul Somad dan Habib Salim Saling Tunjuk Cawapres, Begini Kata Ketua DPP PKS

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mendukung ijtima yang menyebut Ustadz Abdul Somad dan Habib Salim Segaf Al Jufri untuk jadi Cawapres Prabowo Subianto

Ustadz Abdul Somad dan Habib Salim Saling Tunjuk Cawapres, Begini Kata Ketua DPP PKS
Kompas.com/Devina Halim
KETUA DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera saat ditemui di ruangannya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2018). 

KETUA DPP PKS Mardani Ali Sera mendukung keputusan ulama atau ijtima yang menyebut Ustadz Abdul Somad dan Habib Salim Segaf Al Jufri untuk jadi Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Menurut Mardani Ali Sera, saling dukung yang disampaikan Ustadz Abdul Smad dan Habib Salim Segaf Al Jufri merupakan bentuk dari perilaku terpuji dari ulama.

"Bismillah. Kita saksikan statmen2 indah; UAS: Habib Salim lebih cocok dan pasangan seimbang cawapres Prabowo; Habib Salim: Justru Ustadz Abdul Somad yang layak dampingi Prabowo. Ini adalah adab para tokoh2 hebat pilihan ulama & umat. Tak salah Ijtima Ulama memilih mereka," tulisnya lewat akun twitter @MardaniAliSera pada Selasa (31/7/2018) malam.

Sebab, pilihan dan rekomendasi ulama dalam Ijtima sudah melalui proses panjang atas berbagai usulan dari seluruh ulama di Indonesia beberapa bulan lalu.

Tercatat ada sebanyak 600 perwakilan ulama dan tokoh nasional yang membawa pesan dari daerahnya.

Baca: Prabowo Subianto: Empat Parpol Segera Bertemu Tentukan Cawapres

Baca: Minta Ustaz Abdul Somad Terima Rekomendasi Jadi Cawapres Prabowo, Amien Rais Ungkit Kisah Nabi Yunus

Baca: Terjawab Sudah PAN Tidak Ajukan Amien Rais Melainkan Mengusung UAS

Ijtima Ulama diungkapkannya terdiri dari berbagai ulama berpengaruh dan para habaib atau keturunan Nabi Muhammad.

Hal tersebut katanya patut diapresiasi karena di saat negara membutuhkan, para ulama hadir memberikan sumbangsih pemikiran, dana dan doa serta menggerakkan semua potensi.

Penentuan hasil rekomendasi Ijtima mengkaji berbagai hal dan dampak, di iringi dzikir, sholawat, doa dan istiqarah, wajar para ulama akan mengawal dan mendukung rekomendasi itu sampai kapanpun.

"Tenaga, dana, keringat bahkan air mata mengawali jerih payah mereka untuk mengadakan Ijtima Ulama. Bukan hanya dari daerah2 perkotaan, tapi juga daerah terpencil. Bukan hanya yg sehat, yg sakit juga hadir," ungkapnya.

"Bagaimana dengan kita? Ketika ulama sudah sangat solid mengawal dan mendukung rekomendasi Ijtima, maka kita sebagai umat sam'ina wa'atona yaitu #SiapIkutUlama," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help