Lebaran 2018
Masjid Menara Kudus, Nilai Sejarahnya Tercetak di Uang Kertas Rp 5.000 (2)
Sebagai bentuk penghormatan pemerintah, gambar Masjid Menara Kudus disematkan di belakang uang kertas pecahan Rp 5.000 pada 1986.
Yayasan, lanjut dia, akan terus berupaya untuk melestarikan nilai-nilai luhur ajaran Sunan Kudus, termasuk juga menjaga dan merawat peninggalan-peninggalan Sunan Kudus.
"Perawatan dan melestarikan Masjid Menara Kudus adalah tugas rutin kami. Saat Ramadan kegiatan keagamaan seperti pengajian dan dakwah lebih ditingkatkan," kata Denny.
Baca: Masjid Said Naum Berdiri Kokoh Tanpa Tiang Penyanggah
Bukti Toleransi
Moh Rosyid, Dosen IAIN Kudus, Pemerhati Sejarah, juga mengatakan bahwa bangunan Masjid Menara Kudus secara tidak langsung telah membuktikan bahwa ajaran Islam yang diajarkan oleh Sunan Kudus bersifat toleran.
"Pada Menara Kudus ciri khas Hindu tergambar di bodi bangunan dan ciri khas islam pada bagian atap. Di dalam masjid dan serambi masjid ada dua pura ciri khas Hindu yan dilestarikan. Ini membuktikan Sunan Kudus toleran dengan tidak memusnahkan ciri khas Hindu," kata Rosyid. (Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Masjid Menara Kudus yang Pernah Dicetak di Uang Kertas Rp 5.000 (2)"