Eksklusif Wartakota

Dituduh Pengkhianat, Penipu, dan Sengkuni, Amien Rais Jawab Lewat Video dan Sebut Dungu

KETUA MPR 1999-2004 Amien Rais menyadari dirinya sering di-bully dan dihina melalui sejumlah akun di media sosial (medsos).

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
photo collage/wartakotalive.com
Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra. 

Kali ini ia membahas soal ucapan seorang pemimpin yang tidak boleh plintat plintut dalam berbicara.

Seorang pemimpin juga harus bericara jujur, tidak mencla mencle, dan tidak boleh munafiqun.

Yusril mengutip pepatah Jawa yang mengibaratkan ucapan seorang pemimpin sebagai “sabdo pandito ratu”.

"Artinya ucapan seseorang yang kedudukannya sangat tinggi, bagai seorang pandito (guru maha bijaksana) dan seorang ratu (raja)," tulis Yusril di akun twitternya Senin (11/6/2018) sekitar 2 jam lalu.

Yusril melanjutkan, "Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka ucapannya tidak boleh “mencla mencle, pagi ngomong dele, sore ngomong tempe” artinya ucapannya berubah-ubah, inkonsisten, sehingga membingungkan rakyat dan pendukungnya."

Setidaknya ada 9 kultwit Yusril.

Kultwit nomor 1 sampai 5, dia hanya mengupas makna sabdo pandito ratu dan makna ucapan seorang pemimpin.

Tetapi, pada kultwit keenam, Yusril langsung mengaitkan ucapannya itu dengan perilaku Ketua MPR 1999-2004 Amien Rais.

Dari kultwit keenam tersebut, Yusril sepertinya memiliki pengalaman kurang menyenangkan atau traumatik dengan Amien Rais.

Yusril mengaku tidak tertarik dengan manuver Amien Rais yang mencoba melobi sejumlah pihak terkait dengan Pilpres 2019. 

Belakangan, Amien juga menyebut bahwa dirinya menjadi salah satu dari empat calon presiden yang akan diusung Partai Amanat Nasional (PAN).

Pada kultwit keenam, Yusril menulis: "Berpedoman kepada pepatah Jawa “sabdo pandito ratu” itu, maka sejak awal saya tidak berminat ataupun tertarik dengan inisiatif Pak Amien Rais yang melakukan lobby sana-sini, untuk untuk memilih siapa yang akan maju dalam Pilpres 2019 hadapi petahana."

Yusril kemudian bercerita pengalaman masa lalunya, tepatnya tahun 1999, ketika Amien Rais menjabat Ketua MPR dan Yusril mencalonkan diri sebagai Capres lewat pemilihan anggota MPR.

Sebelum melakukan kultwit, Senin pagi ini Yusril memposting 3 berita terkait dirinya dan juga Amien Rais. Salah satu berita itu berjudul: "Yusril Dibohongi Amien Rais, PA 212: Kuncinya Duduk Bersama"

Untuk lebih jelasnya, simak kultwit Yusril berikut ini.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved