Kolom Dahlan Iskan

Pahlawan Sichuan

Sang pilot pakai sabuk pengaman. Tentu saja. Tidak bisa tercerabut dari kursinya. Ini menguatkan asumsi yang di Amerika.

Editor: AchmadSubechi
ist
Kaca di cockpit pesawat yang rusak. Panel-panel pesawat terlihat bergeser. 

Sang pilot turun di Chengdu. Bersama pesawatnya. Untuk pemeriksaan. Dengan sangat rendah hati sang pilot hanya bicara satu-dua kalimat.

”Saya sudah lebih 100 kali menerbangi jalur ini,” katanya. ”Sudah tahu harus turun di mana,” tambahnya.

Tapi sebenarnya sang pilot memang orang pilihan. Ia lulusan terbaik sekolah penerbangan –catat baik-baik– angkatan udara Tiongkok.

Sangat mirip dengan pilot wanita yang menyelamatkan South West: bekas angkatan udara.

Sudah terbiasa bermanuver dengan pesawat tempur. Ditambah lagi Liu Chuanjian, sang pilot, adalah instruktur pilot. Kini umurnya masih 46 tahun.

Dari lapisan pilot terbaik hanya 30 persennya yang boleh jadi instruktur. Berarti Liu memang hebat. Hebat yang sebenarnya. Liu dianggap pahlawan.

Bisa menyelamatkan begitu banyak penumpang. Ia diminta ke sana ke mari untuk wawancara. Ia benar-benar pahlawan.

“Bagi orang lain ia memang pahlawan. Tapi bagi saya ia itu suami saya. Yang penting cepet pulang,” kata Zou Han, istrinya. (dis)

Naskah ini sudah dimuat di: disway.id

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved