Metode Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis Dinilai Tidak Menguntungkan Bagi Rumah Sakit-Klinik
Metode CAPD tidak membawa keuntungan bagi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau klinik.
Seperti di Kolombia, di mana cakupan hemodialisis dan CAPD hampir sama besarnya. Di sana, pelayanan pasien ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dari yang paling murah hingga paling mahal, dengan merangkul asuransi swasta.
"Targetnya, di Indonesia yakni hemodialisis 50 persen, CAPD 30 persen, dan transpantasi ginjal 20 persen. Karena sesungguhnya, biaya CAPD bisa lebih murah daripada hemodialisis. Kemenkes akan meningkatkan cakupan CAPD, dengan proyek percontohan di Jawa Barat," katanya.
Sedangkan dr Tengku Djumala Sari, Kasubdit RS Pendidikan Kementerian Kesehatan, membenarkan salah satu penyebab masih banyak fasilitas kesehatan enggan menyediakan layanan CAPD karena tidak menguntungkan.