Kamis, 16 April 2026

Ritual Mistis Seblang yang Libatkan Roh Leluhur di Banyuwangi Jadi Daya Tarik Wisata

Ritual Seblang merupakan sarana untuk bersyukur kepada Tuhan, berkomunikasi kepada leluhur, dan menjaga kerukunan.

Kompas.com
Pengunjung yang hadir tertarik menyaksikan penari Seblang yang menari dalam keadaan tidak sadar dan dimasuki oleh roh leluhur. Wisatawan tampak memenuhi lapangan Desa Olehsari tempat pelaksanaan ritual. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pemerintah Banyuwangi meminta ritual Seblang Olehsari dilestarikan masyarakat Banyuwangi.

Saat ini, hanya tersisa segelintir ritual mistis di Kabupaten Banyuwangi.

“Ritual ini harus tetap lestari karena merupakan bagian dari budaya masyarakat Banyuwangi yang memiliki keunikannya sendiri. Selain itu, ritual ini merupakan destinasi wisata yang unik dan hanya dimiliki oleh Banyuwangi," kata Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko.

Ritual Seblang diakui sebagai salah satu ritual mistis di Banyuwangi yang melibatkan roh leluhur.

Bagi masyarakat Desa Olehsari, ritual Seblang merupakan ritual sakral sebagai sarana untuk bersyukur kepada Tuhan, berkomunikasi kepada leluhur, dan menjaga kerukunan sesama warga desa.

Sementara, bagi warga dari luar Desa Olehsari, Ritual Seblang merupakan atraksi wisata tradisional yang unik.

Pengunjung yang hadir tertarik menyaksikan penari Seblang yang menari dalam keadaan tidak sadar dan dimasuki oleh roh leluhur. Wisatawan tampak memenuhi lapangan Desa Olehsari tempat pelaksanaan ritual.

Pemerintah Banyuwangi menaruh perhatian khusus pada tradisi masyarakat desa Olehsari ini.

Sehingga, ritual ini masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival sebagai acara unggulan wisata.

Puncak acara mengakhiri rangkaian acara selama sepekan.

Akhir ritual ini ditandai dengan penari Seblang yang dibawa keliling desa.

Remaja putri penari Seblang menari di setiap perbatasan desa serta perempatan jalan sebagai wujud pengusiran roh jahat.

Ketua adat Seblang Olehsari, Ansori mengatakan ritual digelar untuk menjaga keselamatan kampung. Selain itu, ritual tahunan ini merupakan ungkapan syukur pada sang pencipta.

"Ritual ini kami adakan dalam rangka selametan kampung, untuk bersih desa dari pengaruh buruk. Selain itu, ritual ini adalah ungkapan rasa syukur kami akan banyak hal seperti pertanian, keamanan, dan lain sebagainya. Setelah Desa Olehsari mengadakan ritual ini Alhamdulillah, tidak pernah terjadi sesuatu, aman-aman saja," ujar Ansori.

Seorang penari Seblang setelah mengalami kejiman (kerasukan roh leluhur) menari mengelilingi panggung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved