Rabu, 8 April 2026

Indonesia Master 2018

Rasmus Gemke Singkirkan Ihsan Maulana Dalam Waktu 83 Menit

Dalam pertandingan panjang itu, Ihsan harus mengakui keunggulan Gemke dengan menyerah 21-17, 21-23, 16-21.

badmintonindonesia.org
Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia mengamankan tiket babak final SEA Games 2017, Rabu (23/8/2017). Ihsan Maulana Mustofa berhasil membuat Merah Putih kembali memimpin usai menang atas Suppanyu Avihingsanon 21-15, dan 21-14. 

WARTA KOTA.COM,JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa dan pemain Denmark Rasmus Gemke menyajikan pertandingan seru pada putaran pertama turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2018 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Laga keduanya untuk sementara ini menjadi yang terpanjang selama kompetisi, yaitu 83 menit dan menyedot perhatian penonton di Istora.

Dalam pertandingan tersebut Ihsan harus mengakui keunggulan Gemke dengan menyerah 21-17, 21-23, 16-21.

Ihsan yang bermain di hadapan pendukungnya, tampil apik pada awal gim pertama, kendati susul-menyusul poin terjadi, Ihsan mampu mengamankan gim pembuka ini dengan kemenangan.

Pada gim kedua, giliran Gemke yang mendominasi. Tapi Ihsan tak tinggal diam dan mampu mendekati perolehan poin pemain Denmark 5-6, bahkan mampu menyamakan kedudukan 10-10.

Kembali tertinggal, Ihsan tak menyerah dan mampu menempel ketat perolehan poin Gemke, bahkan dia sempat membuat tribun penonton riuh dengan kembali menyalip 21-20 dari posisi tertinggal 16-20.

Baca: Peringatan Eden Hazard untuk Arsenal

Namun Ihsan menyerahkan kemenangan yang sudah di depan mata kala Gemke mencetak tiga angka beruntun.

Pada gim pamungkas, pertandingan tetap berlangsung seru dan ketat, akan tetapi setelah memimpin 15-14, Gemke mampu memastikan kemenangannya untuk melaju ke putaran dua setelah 83 menit berjuang.

"Itu pertandingan yang sulit. Saya sangat lelah sekarang. Awalnya saya masih agak gugup. Namun kemudian saya bisa memimpin. Dan saya pikir beruntung juga karena beberapa kali Ihsan melakukan kesalahan yang tak perlu. Hal itu justru membuat saya lebih percaya diri," kata Gemke dikutip dari antaranews.com.

Sementara itu, Ihsan mengaku dalam pertarungan panjang tersebut dirinya kurang menikmati pertandingan sehingga kesulitan mendapatkan poin.

"Tapi giliran mimpin, buangnya tuh gampang banget. jadi gampang mati sendiri. padahal musuh sebenarnya nggak kuat-kuat banget, dia sudah habis juga. cuma pas gim terakhir tuh gampang banget buang poinnya. terus kurang disiplin juga dalam poin per poinnya. Sayang," ujar Ihsan.

Ketika ditanya apakah hal ini karena faktor kelelahan selepas turnamen Malaysia Masters 2018 pekan lalu, Ihsan tak menampiknya.

"Hanya ya nggak fokus ke sana sih ya, musuh lebih bisa tahan saja gitu padahal dia juga sudah habis (kelelahan). dia berani agresif. tadi saya banyak defense. harusnya kan saya yang lebih banyak menyerang," ujar pemain kelahiran Tasikmalaya 22 tahun yang lalu tersebut.

Ihsan yang pada turnamen Malaysia Masters 2018 pekan lalu membuat kejutan dengan menumbangkan wakil China, Lin Dan, mengaku dirinya memang dibebani target untuk bisa meraih hasil gemilang di turnamen ini, namun hasil yang didapatnya tak sesuai keinginan.

Sumber:
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved