Sabtu, 11 April 2026

Korupsi KTP Elektronik

Fahri Hamzah: Saya Mendengar Setya Novanto Sedang Dirayu Agar Mau Jadi Justice Collaborator

Sayangnya, pihak KPK tidak memperkenankan mereka menemui Novanto, dengan alasan hanya keluarga dan kuasa hukum yang dizinkan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua DPR Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kedua kiri), Fahri Hamzah (kiri), Taufik Kurniawan (kanan), dan Agus Hermanto (kedua kanan), berjabat tangan usai memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus e-KTP oleh KPK, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/7/2017). 

WARTA KOTA, KUNINGAN - Dua Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, mendatangi Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017).

Fahri dan Fadli ingin membesuk kolega mereka, Setya Novanto, yang ditahan di Rutan Merah Putih KPK.

Sayangnya, pihak KPK tidak memperkenankan mereka menemui Novanto, dengan alasan hanya keluarga dan kuasa hukum yang diizinkan.

Namun, alasan lembaga anti-rasuah yang tidak membolehkan orang luar membesuk Novanto itu, dinilai Fahri Hamzah sangat aneh.

Baca: Berkat Perhutanan Sosial, Masyarakat Desa Tebing Siring Tanah Laut Kini Bisa Sering Ganti Baju

"Apa yang dilakukan KPK ini sangat aneh," kata Fahri dalam voice message yang diterima wartawan, Rabu (6/12/2017).

Dirinya mendengar banyak anggota DPR yang minta bertemu Novanto, tidak dibolehkan oleh KPK untuk bertemu.

"Sampai saya pernah mengusulkan agar DPR, dalam hal ini Pansus Angket KPK, melakukan inspeksi mendadak (sidak) saja ke KPK," ujarnya.

Baca: Warga Bingung Mau Mengadukan Apa ke Kecamatan Pademangan

Fahri mengaku mendengar kabar dan menerima surat tentang keadaan Ketua DPR Setya Novanto diisolasi penuh, dan tidak boleh didatangi oleh orang-orang.

"Tapi KPK ini memang aneh, ikhtiarnya mengisolir Novanto, sehingga yang boleh bertemu itu hanya istrinya dan lawyernya," tuturnya.

Menurut Fahri, sebetulnya apa yang dilakukan lembaga anti-rasuah pimpinan Agus Rahardjo itu mendatangkan tanda tanya besar.

Baca: Golkar akan Dihukum Rakyat Jika Mempertahankan Setya Novanto

"Saya juga mendengar, kalau Pak Nov (Setya Novanto) sedang dirayu-rayu agar mau menjadi Justice collaborator, seperti Nazaruddin dan Andi Narogong," ucapnya.

Namun, Fahri mengaku tidak tahu motifnya apa, tetapi yang dilakukan KPK ini sangat disayangkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved