Operasi Pasar Gas Melon di Depok, Berlanjut Sampai Kamis Besok

"Operasi pasar gas elpiji 3 kg di Depok, berlanjut terus sampai Kamis. Rencana awal memang Senin sampai Rabu.."

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Antrean pembeli gas elpiji 3 kg di salah satu SPBU di Sukmajaya, Depok, Rabu (6/12). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Operasi pasar elpiji 3 kg bersubsidi atau gas melon, di Depok, sejak Senin (4/12/2017) sampai Rabu (6/12/2017) ini, belum juga menutupi kelangkaan gas melon di sejumlah wilayah di Depok.

Meskipun dalam operasi pasar selama 3 hari, di 25 titik di Depok itu, digelontorkan 14 Ribu tabung elpiji 3 kg yang dijual seharga Rp 16.000 pertabung atau sesuai harga agen.

Di semua titik digelarnya operasi pasar, warga tampak antusias dan rela antre selama satu sampai dua jam demi mendapatkan elpiji 3 kg.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Depok, Athar Susanto, menuturkan karena sampai Rabu, masih ada sejumlah wilayah di Depok, yang membutuhkan gas melon atau dirasa langka, maka pihaknya bersama Pertamina melanjutkan operasi pasar gas melon di Depok sampai Kamis (7/12/2017).

"Operasi pasar gas elpiji 3 kg di Depok, berlanjut terus sampai Kamis. Rencana awal memang Senin sampai Rabu. Tapi karena dirasa masih dibutuhkan, maka kita gelar lagi sampai Kamis," kata Athar kepada Warta Kota, Rabu (6/12/2017).

Ia mengatakan dalam operasi pasar pada Kamis (7/12/2017) di Depok, disiapkan pula 14.000 tabung elpiji 3 kg atau gas melon yang dibagi dalam 25 truk. "Jadi masing-masing truk membawa 560 tabung gas melon. Ke 25 truk akan mendatangi atau menyambangi wilayah warga yang belum diadakan operasi pasar sebelumnya, atau dirasa langka gas melon," kata Athar.

Dengan begitu kata Athar dalam operasi pasar gas melon, Kamis, ada 25 titik di Depok yang di sasar. "Harga jualnya tetap Rp 16.000 pertabung sesuai harga agen," kata dia.

Diharapkan kata Athar dengan operasi.pasar Kamis besok, tidak ada lagi wilayah di Depok yang langka.gas melon.

Dengan rencana operasi pasar yang digelar Kamis, maka Di Depok kata Athar totalnya digelontorkan 28.000 tabung elpiji 3 kg, dalam 4 hari operasi pasar.

Ia mengatakan pasokan elpiji 3 kg untuk Kota Depok, per bulan sebanyak 1.425.000 tabung, sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan warga kurang mampi di Depok.

Namun jumlah itu dirasa masih kurang saat ini karena bulan ini.menjelang Natal dan Tahun Baru, yang biasanya permintaan meningkat. "Belum lagi karena libur panjang akhir pekan, sejak 1 Desember lalu, membuat pasokan gas elpiji 3 kg, jadi terlambat, sehingga timbul kelangkaan selama beberapa hari ini," katanya.

Sebelumnya sejumlah warga di beberapa wilayah di Depok, tetap merasakan kelangkaan gas melon sampai Rabu (6/12/2017) ini, meski Depok telah menjadi sasaran operasi pasar elpiji 3 kg selama tiga hari di 25 titik.

Wilayah yang masih langka diantaranya adalah di Kelurahan Sukamaju Baru dan Jatijajar di Kecamatan Tapos, Depok; di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan; di Kelurahan Kalibaru, Cilodong, serta beberapa wilayah lainnya.

Yanes (37) warga Sukamaju Baru, Tapos mengaku sangat kesulitan mencari elpiji 3 kg sejak Minggu (3/12/2017). "Semua pengecer gas melon di wilayah saya, seluruhnya masih kosong sampai Rabu ini, tadi waktu saya tanya. Kemaren saya sampai nyari ke Jatijajar dan Cimanggis juga kosong. Akhirnya dapat di pengecer di Cisalak, Rp 24 Ribu per tabung," kata Yanes.

Ia mengaku operasi pasar gas melon yang digelar Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) di Depok belum dirasakannya dan warga di wilayahnya.

Hal senada juga dikatakan Suyati, warga Pasir Putih, Sawangan, Depok.

"Sudah putus asa cari gas elpiji 3 kg sejak dua hari lalu, karena di toko dan di pengecer di tempat saya, habis semua. Akhirnya dapat tadi pagi di Parung Bingung, Alhamdulilah. Info penjualnya sih, dia bisa jual gas melon karena dapat dari operasi pasar Selasa kemaren," kata Suyati.

Ke depan ia berharap pasokan elpiji 3 kg atau gelaran operasi pasar dilakukan merata dan secara berkala.

"Kita di rumah deg-degan kalau gas sudah mau habis. Takut nyarinya susah dan gak bisa masak," kata dia.(bum)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved