Senin, 11 Mei 2026

Ini Cara Bungasari Merebut Pasar Terigu

Masyarakat yang membutuhkan terigu dengan spesifikasi yang lebih khusus (custom) bisa memesan di pabrik. Minimal 25 kilogram.

Tayang:
Penulis: | Editor: Fred Mahatma TIS
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
JAJARAN Direksi PT Bungasari Flour Mills (ki-ka), Sales & Marketing Director Budianto Wijaya, President Direktur Grant Lutz, dan Vice President Director Takuya Mori di pabrik PT Bungasari Flour Mills, Kota Cilegon, Banten, Rabu (8/11/2017). 

WARTA KOTA, CILEGON --- Ketika pertama kali masuk ke pasar terigu di Indonesia di tahun 2012 lalu, PT Bungasari Flour Mills sadar ada pelaku industri terigu yang sangat mendominasi pasar terigu di Indonesia.

Namun itu bukan berarti mundur. Dibutuhkan inovasi dan keunggulan yang bisa merebut ceruk pasar yang ada.

Perlahan tapi pasti kerja keras itu membuahkan hasil. Sejak lima tahun ini, telah menggerus pasar yang sangat didominasi tersebut.

Baca: Permintaan Terigu Masih Akan Terus Tumbuh

Memang masih kecil baru 5 persen saja. Tapi ketika menyebut jumlah yakni 400.000 ton terigu per tahun, angka itu tentu bukan hal yang dianggap remeh.

Terlebih permintaan itu terus berkembang. Terbukti tahun depan PT Bungasari Flour Mills mulai meningkatkan kapasitas pasar menjadi dua kali lipat dan berani menginvestasikan dana Rp 546 miliar untuk memperluas pabrik.

KARUNG yang telah terisi terigu dipindahkan dengan menggunakan robot sehingga lebih cepat, di pabrik PT Bungasari Flour Mills, Kota Cilegon, Banten, Rabu (8/11/2017).
KARUNG yang telah terisi terigu dipindahkan dengan menggunakan robot sehingga lebih cepat, di pabrik PT Bungasari Flour Mills, Kota Cilegon, Banten, Rabu (8/11/2017). (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

Salah satu kegigihan merebut pasar dengan inovasi, dengan membuat hampir 100 merek terigu produksi PT Bungasari Flour Mills.  

Sekilas tepung terigu sama saja. Namun bagi pengguna terigu, perbedaan terigu dari sisi protein, dan guletinnya akan membuat hasil olahan tersebut berbeda.

Dari  100 merek tersebut segmentasinya yang biasa hingga premium yang dijual di pasar modern dan pasar tradisional.

Merek terigu tersebut sangat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Ada terigu khusus mie, biskuit, roti, tempura, gorengan,  dan lainnya.

Ia memberikan contoh terigu merek Jawara yang membuat gorengan menjadi lebih renyah, merek Hikari Biru yang khusus mie memuat mie tidak gampang putus, dan Hana Emas untuk roti.  Dan ada juga merek Bola Salju yang merupakan terigu serba guna.

 “Dulu terigu hanya dibagi kategori protein tinggi, sedang, dan rendah. Padahal sekarang ini banyak kebutuhan terigu dengan spek (spesifikasi) yang lebih khusus. Sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Sales & Marketing Director PT Bungasari Flour Mills Budianto Wijaya.

Bahkan masyarakat yang membutuhkan terigu dengan spesifikasi yang lebih khusus (custom)  bisa memesan di pabrik.

Minimal 25 kilogram. Tentunya harganya akan tinggi ketika hanya memesan dalam jumlah yang kecil.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved