Selasa, 14 April 2026

Isu Kebangkitan Komunis

Pengawal Ini Paling Disayang Bung Karno Meski Juga Pernah Kena Tempeleng

Penugasan bagi anggota Polri memang tak selalu sesuai hati nurani. Seperti kisah AKBP Mangil Martowidjojo.

Istimewa
Letkol (pol) Mangil Martowidjojo (paling kanan) bersama Presiden Soekarno 

Soeharto mengucapkan terima kasih pada para anggota DKP. Soekarno berkata dengan suara agak keras.

"Mangil mengawal saya sudah sejak proklamasi kemerdekaan. Mangil pasti tidak akan meninggalkan saya kalau tidak diperintahkan kesatuannya," kata Soekarno sambil menangis dan memeluk Mangil.

Baca: Jenderal Gatot Nurmantyo Diminta Pensiun Dini

Tanggal 15 November 1967, Jenderal soeharto selaku Panglima TNI memberikan Satyalencana Penegak pada Mangil. Tapi tiga bulan kemudian Soeharto menjebloskan Mangil ke penjara.

Selama tiga tahun tanpa pernah diadili Mangil dipenjara di tahanan militer.

Akhirnya tanggal 11 Oktober 1971, Sesmil Presiden Soeharto, Mayjen Tjokropranolo memanggil Mangil kembali bertugas.

Di surat yang sama, Mangil diberhentikan dengan hormat sebagai anggota polisi. Artinya Mangil tak pernah terbukti bersalah, meski dia dipensiunkan dengan hormat.

Presiden Soekarno sendiri akhirnya meninggal dalam status tahanan rumah. Tak ada keluarga atau pengawal yang mendampinginya. 

Bung Karno Tempeleng Pengawalnya 

Presiden Soekarno dikenal sebagai sosok yang humanis dan suka humor. Namun, sebagai manusia biasa yang mempunyai emosi, Bung Karno bisa juga marah kepada pengawalnya.

Kisah itu diceritakan di buku "Total Bung Karno" karya Roso Daras.

Suatu hari di Istana Merdeka , Jakarta, Bung Karno marah sekali. Delapan orang pengawal dikumpulkan lalu ditempeleng satu per satu.

"Saya mohon Bapak sabar dulu ...," kata Mangil, salah satu korban kemarahan.

Belum sampai habis bicara, Bung Karno membentak Mangil, "Diam!" Anggota pengawal yang baru saja menerima hadiah bogem mentah itu saling melihat satu sama lain dan semua ketawa kecil.

 
Setelah kembali ke istana, Bung Karno memanggil Mangil, dan berkata, "Mangil, kau mau tidak memaafkan Bapak? Bapak meminta maaf kepada anah buahmu. Ternyata Bapak berbuat salah kepada anak buahmu."

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved