Breaking News:

Isu Kebangkitan Komunis

Pengawal Ini Paling Disayang Bung Karno Meski Juga Pernah Kena Tempeleng

Penugasan bagi anggota Polri memang tak selalu sesuai hati nurani. Seperti kisah AKBP Mangil Martowidjojo.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Istimewa
Letkol (pol) Mangil Martowidjojo (paling kanan) bersama Presiden Soekarno 

Dia mendampingi Soekarno hijrah dari Jakarta ke Yogya saat keadaan memburuk akibat teror tentara Belanda.

Mangil dan Tim DKP pula yang menyelamatkan Soekarno dari usaha pembunuhan Soekarno saat Salat Idul Fitri.

Alm Mangil Martowidjojo dan Presiden Soekarno
Alm Mangil Martowidjojo dan Presiden Soekarno (Istimewa)

Ketika Gerakan 30 September 1965 meletus, Mangil makin rapat menjaga Soekarno. Saat itu kondisi memanas di mana-mana.

Baca: Dahsyat, 4 Jenis Penjahat Versi Krisna Murti, Nomor 4 Kejahatan Mengerikan di Era Milenial

Perseteruan antara pasukan Jenderal Soeharto dan PKI terjadi di mana-mana. Setelah mengeluarkan surat perintah 11 Maret 1966, kekuasaan Soekarno terus dipreteli.

Soekarno memang masih presiden, tapi kekuasaan sudah dipegang Mayjen Soeharto.

Dalam buku Gerakan 30 September, Pelaku, Pahlawan & Petualang yang ditulis wartawan Senior Julius Pour, keteguhan Mangil tampak saat dia harus menerobos barikade RPKAD di Medan Merdeka Barat.

Tanggal 18 Maret 1966, Soekarno akan berangkat ke Istana Bogor. Tapi dicegat sepasukan RPKAD yang dipimpin seorang kapten di dekat Air Mancur, Jl Medan Merdeka Barat.

"Bapak berada di mobil nomor dua, paling depan jip DKP, nomor tiga mobil yang saya naiki dan ditutup oleh jip DKP. Begitu konvoi berhenti, sesuai prosedur, semua anak buah saya langsung berhenti melindungi mobil bapak sambil melepas kunci pengaman senjata," kata Mangil.

Baca: Ditanya Soal Situs Nikahsirri.com, Nikita Mirzani: Hah! Vagina Dilelang?

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved