Pakai Transaksi Elektronik Hanya Butuh Waktu Dua Detik
Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek menilai, sistem transaksi elektronik lebih efisien dan praktis dibanding transaksi manual menggunakan uang tunai.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, BEKASI - Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek menilai, sistem transaksi elektronik lebih efisien dan praktis dibanding transaksi manual menggunakan uang tunai.
Berdasarkan kajian perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, waktu yang terpangkas menggunakan metode tersebut bisa sampai 4 hingga 5 detik.
Deputi General Manager Traffic Management cabang Jakarta-Cikampek, Cece Kosasih mengatakan, pembayaran manual bisa memakan waktu selama 6 detik dalam sistem terbuka.
Sedangkan sistem tertutup bisa mencapai 9 detik di ruas tol.
"Sementara bila menggunakan transaksi elektronik, waktu yang dibutuhkan hanya 2 sampai 4 detik saja dalam sistem terbuka maupun tertutup," ujar Cece di kantornya, Selasa (19/9/2017).
Baca: Seluruh Gerbang Tol di Japek Terapkan Pembayaran Elektronik pada Oktober
Cece yakin, transaksi elektronik ini bisa mengular kepadatan kendaraan yang rawan terjadi di gerbang tol. Dengan begitu, pengguna tol akan semakin nyaman melintasi ruas tol setempat.
"Tujuan kami menerapkan sistem ini untuk meningkatkan pelayanan, sehingga pengendara lebih cepat bertransaksi," kata Cece.
Menurut dia, ada dua sistem di ruas tol Jakarta-Cikampek, yaitu terbuka dan tertutup.
Dikatakan terbuka, pengendara diwajibkan membayar transaksi di gerbang masuk tol.
Sedangkan sistem tertutup, pengendara melaju di ruas tol itu dulu sehingga pembayaran dilakukan di pintu keluar.
Dari hasil analisa perusahaan pelat merah itu, jumlah kendaraan di sistem terbuka yang masih menggunakan transaksi tunai berkisar 300.000 unit atau 73 persen setiap hari.
Sedangkan pengendara yang melakukan pembayaran di Gerbang Tol Otomatis (GTO) mencapai 11.137 unit atau 27 persen.
Sementara itu, kata dia, untuk sistem tertutup dan masih menggunakan pembayaran tunai mencapai 138.386 unit per hari atau 80 persen.
Lalu untuk kendaraan yang menggunakan pembayaran elektronik mencapai 34.782 unit atau 20 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/menteri-perhubungan-budi-karya-sumadi-mencoba-alat-transaksi-elektronik-di-bus-royaltrans_20170919_164714.jpg)