Pembangunan Gedung SMAN 66 Jakarta Sudah Capai 80 Persen karena Kejar Target
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengebut pengerjaan rehab belasan sekolah agar bisa diresmikan oleh Gubernur Djarot Saiful Hidayat
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, CILANDAK -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengebut pengerjaan rehab belasan sekolah agar bisa diresmikan, sebelum Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengakhiri masa jabatannya.
SMA Negeri 66 Jakarta Selatan yang masuk dalam salah satu daftar sekolah yang direhab dan diproyeksikan selesai pada awal Oktober, tak luput dari pengawasan ketat Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Seperti, saat Warta Kota datang ke sekolah itu pada Senin (10/9/2017), rombongan pegawai di bawah pimpinan Wito selaku Kasubag Manajemen Asset Dinas Pendidikan DKI Jakarta sedang meninjau pembangunan gedung sekolah.
"Kami melakukan peninjauan rutin serta ingin memastikan pemborong bisa menyelesaikan pembangunan gedung sekolah ini pada awal Oktober nanti," kata Wito kepada Warta Kota.
Wito dan rombongan ditemani perwakilan pemborong berkeliling area gedung yang dibangun dengan tiga lantai.
Pemborong memastikan bahwa sejak dimulai pada pertengahan April 2017, pekerjaan telah dilakukan dengan serius siang dan malam agar bisa selesai lebih cepat dari yang ditentukan. Bahkan, kata dia, saat ini progress pembangunan gedung sudah mencapai 80 persen.
"Jadi sekolah ini nanti jadi bagian dari 11 sekolah yang akan diresmikan gubernur pada 10 Oktober nanti. Bisa jadi peresmiannya akan dilakukan di sini, makanya kami ingin pastikan awal Oktober semuanya sudah rampung," jelas Wito.
Wito menyebut, selain SMAN 66, di Jakarta Selatan ada satu sekolah lain yang diproyeksikan proses rehabnya selesai pada awal Oktober yakni SMPN 164.
Saat ini, kata Wito, proses pembangunan SMP itu sudah hampir selesai.
"Di sana progresnya juga sangat baik. Bahkan sekarang sudah mau selesai," kata dia.
Basori selaku Project Manager Paket Renovasi Sekolah se-Jakarta Selatan memastikan bahwa pihaknya akan berupaya menyelesaikan pembangunan sekolah itu dalam beberapa pekan ke depan.
"Kami yakin bisa selesai karena saat ini tinggal finishing saja. Untuk instalasinya sudah masuk, tinggal pemasangan saja. Sedangkan untuk fisik, sudah akan masuk pada pengecatan. Nanti kami juga akan selesaikan lapangan basket tinggal kita cor saja," jelas di kesempatan sama.
Sebelumnya, rencana pembangunan sekolah itu adalah empat lantai.
Namun, berdasarkan kajian dan penghitungan kekuatan konstruksi, akhirnya hanya dibangun tiga lantai sedang sisanya dibuatkan bangunan baru di sisi sayap gedung.
"Karena untuk proyek ini kami hanya melanjutkan. Tadinya, mau empat lantai, tapi kita nggak berani karena kontruksi yang lama tidak kuat akhirnya kita pindahkan bangun di samping," imbuhnya.